Didirikan Era Soeharto, Kini Bank Bukopin Resmi Milik Negeri Ginseng - SWARAKYAT MEDIA

Didirikan Era Soeharto, Kini Bank Bukopin Resmi Milik Negeri Ginseng

Didirikan Era Soeharto, Kini Bank Bukopin Resmi Milik Negeri Ginseng



SWARAKYAT.COM - Bank Bukopin menyatakan KB Kookmin Bank akan menjadi pemegang saham pengendali mereka. Dengan komitmen tersebut, salah satu bank terbesar di Korea Selatan tersebut resmi menjadi pemegang saham terbesar Bank Bukopin.

Hal ini terjadi karena Kookmin yang saat ini menjadi pemegang saham terbesar kedua di Bank Bukopin baru saja menambah kepemilikan saham dari 22 persen menjadi 51 persen.

Direktur Operasi dan TI Bank Bukopin Adhi Brahmantya mengatakan langkah ini merupakan wujud dari komitmen Kookmin Bank untuk mendukung likuiditas dan permodalan Bukopin. Langkah ini pun akan diteruskan dengan berkomunikasi dengan regulator di masing-masing negara, baik di Indonesia maupun Korea Selatan.

"Efektif hari ini, KB telah menyetorkan dana segar ke Bank Bukopin," ucap Adhi dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6).

Adhi mengatakan Bank Bukopin pun akan menggunakan suntikan modal ini untuk memperkuat bisnis perusahaan. Khususnya di bidang kredit retail, seperti untuk UMKM dan konsumer.

Selain itu, ia berharap nasabah semakin yakin bertransaksi keuangan dengan Bank Bukopin. Sebelumnya perusahaan sempat diterpa isu pembatasan tarik dana nasabah.

Lebih lanjut, ia menilai langkah kerja sama ini turut menjadi bukti bahwa kondisi pasar perbankan dan perekonomian Indonesia rupanya masih mampu memberikan kepercayaan kepada investor asing untuk mengalirkan dananya ke dalam negeri.

Sebagai gambaran, KB Kookmin Bank menjadi salah satu pemegang saham Bank Bukopin melalui Penawaran Umum Terbatas IV (rights issue) yang dilaksanakan pada Juni-Juli 2018. KB Kookmin Bank menjadi standby buyer setelah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK pada 29 Juni 2018.

Dalam proses tersebut, KB Kookmin Bank meraih dana sebesar Rp1,46 triliun dan menguasai 22 persen saham Bank Bukopin. Lalu, pada 24 Oktober 2019, melalui forum RUPS Luar Biasa, rencana Penawaran Umum Terbatas V dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) resmi mendapat persetujuan dari pemegang saham.

Dalam perkembangannya, KB Kookmin Bank telah menyatakan siap mendukung proses PUT V dan akan melaksanakan hak yang dimilikinya untuk menambah proporsi kepemilikan saham di Bukopin. Kookmin Bank sendiri turut mengembangkan bisnis di Inggris, Amerika Serikat, India, China, HongKong, Jepang, Selandia Baru, Kamboja, Vietnam, Laos, dan Myanmar.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku telah menerima pernyataan resmi dari ekdua elah pihak. Bank yang menempati peringkat 10 besar di Asia dengan aset Rp4.675 triliun per 31 Desember 2019 itu menyuntik dana untuk mendukung likuiditas dan pengembangan bisnis Bukopin.

"Kookmin Bank saat ini telah menyediakan sejumlah dana di escrow account untuk menjadi pemegang saham pengendali dalam memperkuat permodalan dan likuiditas Bank Bukopin," ungkap Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo.

Wasit lembaga jasa keuangan itu turut menyambut baik langkah kerja sama antara kedua belah pihak. Sebab, akan memperkuat permodalan Bank Bukopin dan turut memberi dukungan ke industri perbankan nasional.

"Hal tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap kinerja industri perbankan dan prospek perekonomian nasional," katanya. (*)

Untuk diketahui, Bank Bukopin didirikan pada tanggal 10 Juli 1970 di era pak soeharto memimpin, sebelumnya dikenal sebagai Bank Umum Koperasi Indonesia. Pada 1989, perusahaan berganti nama menjadi Bank Bukopin. Selanjutnya, pada 1993 status perusahaan berubah menjadi perseroan terbatas.

loading...