PDIP, Kemana Kalian Disaat Bendera Indonesia Dibakar dan Pancasila Ingin Diperas ? - SWARAKYAT MEDIA

PDIP, Kemana Kalian Disaat Bendera Indonesia Dibakar dan Pancasila Ingin Diperas ?

PDIP, Kemana Kalian Disaat Bendera Indonesia Dibakar dan Pancasila Ingin Diperas ?

SWARAKYAT.COM
- Pasca pembakaran bendera PDI Perjuangan oleh massa aksi demonstrasi Persaudaraan Alumni (PA) 212 di depan Gedung DPR RI, Rabu 24 Juni 2020, ratusan kader Partai PDI Perjuangan Jakarta Timur melakukan aksi unjuk rasa, Kamis 25 Juni 2020.

 

Massa yang berasal dari berbagai kecamatan di wilayah kota Jakarta Timur berkumpul di Jalan Matraman Raya, dan melakukan long march ke Polres Metro Jakarta Timur.

 

"Dari surat yang kita terima massanya kurang lebih seribu orang, tapi kita tidak tahu dari mana saja," kata Kompol Tedjo, Kamis 25 Juni 2020.

 

Pihak PDI Perjuangan sendiri akan menempuh jalur hukum terhadap pelaku pembakaran bendera Partai PDI Perjuangan. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan PDIP adalah partai militan, memiliki kekuatan grass roots, yang didedikasikan sepenuhnya bagi kepentingan bangsa dan negara.


Namun, langkah PDIP dianggap janggal sekaligus blunder, pasalnya kemana mereka ketika Pancasila ingin diperas menjadi trisila bahkan diperas lagi menjadi ekasila ? Dan yang paling janggal adalah kemana mereka ketika bendera Indonesia dibakar ? Berikut beritanya : 


Situasi Manokwari, Papua Barat, sejak Senin pagi (19/08/2019) mencekam. Ribuan orang melakukan aksi secara spontan dengan membakar ban dan memblokade jalan utama Yos Sudarso, Jalan Trikora Wosi, Jalan Maniunggal Amban. Aksi ini sebagai bentuk protes atas tindakan rasisme yang diduga dilakukan kepada mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.


Selain memblokade jalan, terlihat bendera Merah Putih dibakar. Bendera itu sebelumnya diletakkan di persimpangan jalan utama. Ada juga beberapa bangunan yang dirusak massa.


Sementara itu, Karo Ops Polda Papua Barat, Kombes Pol Moch Sagi ketika dikonfirmasi mengungkapkan situasi Manokwari secara umum masih kondusif dan terkendali.


“Belum ditetapkan status siaga satu. Kita terus membangun komunikasi agar aksi tidak anarkis," tegasnya.


Pihak TNI dan Polri sudah mengantisiapsi akan terjadinya aksi seperti ini. Untuk itu, komunikasi sudah dilakukan antara Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Hery Rudolf Nahak; bersama Pangdam XVIII Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau.


Pantauan wartawan, gedung Eks Perpera yang kini digunakan sebagai Kantor DPR Papua Barat juga terkena dampak amukan aksi demo warga Papua di Manokwari.


Kemana mereka yang katanya cinta pancasila cinta indonesia ? apakah mengutuk pembakaran tersebut ? atau meminta pelaku pembakaran untuk ditangkap ? 

loading...