Pemerintah Siapkan 168 M untuk Lomba Video, Warganet: BPIP Cape Bikin Konser Dapatnya Cuma 4.5 M - SWARAKYAT MEDIA

Pemerintah Siapkan 168 M untuk Lomba Video, Warganet: BPIP Cape Bikin Konser Dapatnya Cuma 4.5 M

Pemerintah Siapkan 168 M untuk Lomba Video, Warganet: BPIP Cape Bikin Konser Dapatnya Cuma 4.5 M


SWARAKYAT.COM
- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelontorkan anggaran Rp168 miliar sebagai hadiah untuk pemenang lomba video simulasi protokol tatanan normal baru atau new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

 

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan angka itu diberikan dalam bentuk dana insentif daerah (DID) kepada 84 pemda pemenang. Pemenang pertama diberikan Rp3 miliar, pemenang kedua Rp2 miliar, dan pemenang ketiga Rp1 miliar.

 

"Sehingga total pemenang berjumlah 84, terdiri atas juara I, II dan III untuk 7 sektor kehidupan dan 4 klaster pemda dengan total hadiah DID Rp168 miliar," kata Tito saat membuka Penganugerahan Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (22/6).


Pemda yang ikut serta diminta mengirimkan video berdurasi 2 menit. Video itu berisi simulasi protokol kesehatan yang dibuat dengan melibatkan ahli kesehatan dan bekerja sama dengan stakeholder lokal.

 

Tito menyebut telah ada 2.517 video simulasi protokol new normal yang telah dikirimkan berbagai pemda. Mantan Kapolri itu bilang kegiatan ini dilakukan sekaligus untuk mengampanyekan new normal.

 

"Sebagai sesuatu yang baru maka tatanan ini memerlukan tahap pengenalan atau pra kondisi agar seluruh masyarakat siap dan mampu beradaptasi. Pra kondisi ini dilakukan dengan membuat protokol kesehatan di berbagai sektor kehidupan dan melakukan simulasi-simulasi," tutur Tito

 

Berikut daftar pemenang Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19:

 

A. Sektor Transportasi Umum

Klaster Provinsi:

1. Jawa Timur

2. Bali

3. Kalimantan Tengah

 

Klaster Kota

1. Bengkulu

2. Banda Aceh

3. Semarang

 

Klaster Kabupaten

1. Sintang

2. Tegal

3. Tapanuli Utara

 

Klaster Kabupaten Tertinggal

1. Jayawijaya

2. Seram Bagian Barat

3. Kepulaian Sula

 

B. Sektor Tempat Wisata

Klaster Provinsi

1. Jawa Tengah

2. Jawa Timur

3. Sulawesi Selatan

 

Klaster Kota

1. Semarang

2. Bogor

3. Pare-pare

 

Klaster Kabupaten

1. Sintang

2. Gunung Kidul

3. Trenggalek

 

Klaster Kabupaten Tertinggal

1. Sigi

2. Rote Ndao

3. Seram Bagian Barat

 

C. Sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Klaster Provinsi

1. Sulawesi Tengah

2. Kalimamtan Utara

3. Jawa Tengah

 

Klaster Kota

1. Bekasi

2. Bandung

3. Surabaya

 

Klaster Kabupaten

1. Trenggalek

2. Sinjai

3. Situbondo

 

Klaster Kabupaten Tertinggal

1. Nias

2. Seram Bagian Barat

3. Sumba Barat

 

D. Sektor Hotel

Klaster Provinsi

1. Jambi

2. Kalimantan Utara

3. Sulawesi Selatan

 

Klaster Kota

1. Pekanbaru

2. Surabaya

3. Semarang

 

Klaster Kabupaten

1. Trenggalek

2. Kebumen

3. Sintang

 

Klaster Kabupaten Tertinggal

1. Sumba Barat Daya

2. Seram Bagian Barat

3. Tojo Una-una

 

E. Sektor Restoran

Klaster Provinsi

1. Lampung

2. D.I. Yogyakarta

3. Jambi

 

Klaster Kota

1. Bogor

2. Tangerang

3. Jambi

 

Klaster Kabupaten

1. Trenggalek

2. Tabalong

3. Lumajang

 

Klaster Kabupaten Tertinggal

1. Sumba Barat Daya

2. Sumba Barat

3. Seram Bagian Barat

 

F. Sektor Pasar Modern

Klaster Provinsi

1. Jawa Timur

2. Lampung

3. D.I. Yogyakarta

 

Klaster Kota

1. Bogor

2. Sukabumi

3. Semarang

 

Klaster Kabupaten

1. Aceh Tamiang

2. Kebumen

3. Tulungagung

 

Klaster Kabupaten Tertinggal

1. Seram Bagian Barat

2. Belu

3. Nias

 

Sektor Pasar Tradisional

Klaster Provinsi

1. Bali

2. Sulawesi Selatan

3. Lampung

 

Klaster Kota

1. Bogor

2. Semarang

3. Palembang

 

Klaster Kabupaten

1. Banyumas

2. Lumajang

3. Semarang

 

Klaster Kabupaten Tertinggal

1. Limbata

2. Seram Bagian Barat

3. Pesisir Barat


Namun uang sebesar itu dianggap sebagai pemborosan apalagi di tengah pandemi ini banyak yang menyarankan sebaiknya untuk bantuan. Berikut tim kami rangkum komentar dari warganet :


loading...