Relawan Garuda Sebut PDIP Tak Butuh Gibran, Gibranlah yang Butuh karena Elektabilitas Rendah - SWARAKYAT MEDIA

Relawan Garuda Sebut PDIP Tak Butuh Gibran, Gibranlah yang Butuh karena Elektabilitas Rendah

Relawan Garuda Sebut PDIP Tak Butuh Gibran, Gibranlah yang Butuh karena Elektabilitas Rendah

SWARAKYAT.COM
- PDIP Kota Solo diklaim tidak membutuhkan Gibran Rakabuming Raka untuk bertarung sebagai calon wali kota (cawali) di Pilkada Solo 9 Desember 2020.

Sebaliknya, justru Gibran lah yang dinilai sangat membutuhkan PDIP Solo untuk mengantarnya menjadi Wali Kota Solo periode 2021-2024.

Pernyataan itu disampaikan Deklarator Relawan Gerakan Rakyat untuk Daerah Kota Surakarta (Garuda), BRM Kusumo Putro, saat jumpa awak media di Rumah Makan KQ5 Solo, Selasa (30/6/2020) sore.

Relawan Garuda merupakan pendukung Achmad Purnomo-Teguh Prakosa (Puguh), rival Gibran dalam memperebutkan rekomendasi PDIP di Pilkada Solo 2020.

Sebelumnya komunitas ini pernah menggelar deklarasi mendukung Puguh di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo. Deklarasi saat itu dihadiri seribuan orang yang mengenakan berbagai atribut PDIP.

“PDIP Kota Solo tidak butuh Gibran. Gibran lah yang butuh PDIP Kota Solo untuk menjadi wali Kota Solo,” ujar dia dengan suara lantang.

Kusumo lantas menantang Gibran membuktikan tingkat elektabilitasnya dengan maju Pilkada Solo melalui partai politik (parpol) selain PDIP dengan melawan calon dari PDIP.

Tingkat Elektabilitas

Dengan begitu akan bisa dilihat siapa yang sesungguhnya mempunyai tingkat elektabilitas paling tinggi di antara Puguh dengan Gibran.

“Kalau memang elektabilitas Gibran tinggi kenapa tidak mencoba maju lewat parpol selain PDIP. Nanti kita lihat seperti apa. Apa sesuai dengan hasil survei atau malah sebaliknya,” imbuh dia.

Rektor Uniba Solo Mengundurkan Diri Dari Jabatannya Di Tengah Aksi Unjuk Rasa, Ada Apa?

Di sisi lain, Kusumo menyatakan dibanding Gibran, Purnomo merupakan figur yang paling tepat untuk memimpin Solo ke depan dan mewakili PDIP di Pilkada 2020. Wakil Wali Kota Solo itu sudah dua kali menjadi pendamping Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Dibandingkan dengan Gibran, Kusumo meyakini Purnomo jauh lebih punya kapasitas untuk memimpin Solo. “Menurut saya Pak Purnomo lebih tahu dan paham dalam memimpin Solo ke depan dan dalam tata kelola organisasi. Pertimbangan lainnya, Pak Purnomo adalah sosok pemersatu kelompok nasionalis dan religius di Solo. Harus dipahami bersama, Solo yang penduduknya majemuk butuh figur pemersatu dua kelompok ini,” kata dia.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut Kusumo berharap DPP PDIP tidak silau dengan hasil-hasil survei yang ingin mendikte parpol. Dia menyebut bisa jadi hasil survei tersebut memang didesain untuk menggiring opini masyarakat.

“Kami berharap Ibu Megawati Soekarnoputri menjatuhkan rekomendasi untuk Puguh,” tutur dia.

loading...