Sudah Sangat Gerah, PROJO Beri Peringatan Keras: Kami Siap di Garis Terdepan - SWARAKYAT MEDIA

Sudah Sangat Gerah, PROJO Beri Peringatan Keras: Kami Siap di Garis Terdepan

Sudah Sangat Gerah, PROJO Beri Peringatan Keras: Kami Siap di Garis Terdepan

SWARAKYAT.COM
- Sukarelawan pendukung Joko Widodo (Jokowi) yang tergabung dalam PROJO merasa sudah sangat gerah.

 

PROJO gerah lantaran ada pihak yang menyuarakan pemakzulan terhadap Presiden Jokowi hasil Pemilu 2019 itu.

 

Pasalnya, sudah ada suara-suara yang menyudutkan Presiden ke-7 RI itu yang dikait-kaitkan dengan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

 

Karena itu, PROJO siap pasang badan bagi Jokowi untuk menentang pihak-pihak yang berupaya menelikung demokrasi dan mencederai amanat rakyat.

 

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal PROJO, Handoko, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2020).

 

“PROJO di garis terdepan dalam melawan setiap usaha inkonstitusional dan anti-demokrasi untuk menjatuhkan Presiden Joko Widodo,” kata Handoko.

 

Menurutnya, saat ini Presiden Jokowi tengah bekerja keras menangani pandemi Covid-19.

 

“Untuk bisa melawan pandemi global itu, maka dibutuhkan kerja sama banyak pihak,” ujarnya.

 

Terkait polemik RUU HIP, sambungnya, Menko Polhukam Mahfud MD yang menyatakan bahwa pemerintah memutuskan menunda pembahasan RUU yang merupakan inisiatif DPR RI itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud pada 16 Juni lalu.

 

Presiden Jokowi, kata Handoko, juga telah menerima masukan dari berbagai pihak termasuk para sesepuh TNI.

 

Handoko meyakini Jokowi juga menelaah berbagai aspirasi, termasuk dari umat Islam.

 

 

Handoko menegaskan, keputusan Presiden Jokowi pun membuat DPR tak bisa melanjutkan pembahasan RUU HIP.

 

Ironisnya, kata Handoko, justru Presiden Jokowi yang disudutkan, bahkan ada pihak-pihak yang mendorong pemakzulan.

 

Oleh kartena itu Handoko menilai aksi unjuk rasa di depan gedung DPR pada Rabu lalu (24/6) yang menyuarakan pemakzulan terhadap Presiden Jokowi sudah keterlaluan.

 

“Demonstrasi basi yang mendesakkan pencopotan Presiden itu keterlaluan dan inkonstitusional,” katanya.

loading...