Tak Punya Izin dan Dokumen, RS Aceh Timur Tolak Bantuan Medis Sejumlah Warga China - SWARAKYAT MEDIA

Tak Punya Izin dan Dokumen, RS Aceh Timur Tolak Bantuan Medis Sejumlah Warga China

Tak Punya Izin dan Dokumen, RS Aceh Timur Tolak Bantuan Medis Sejumlah Warga China



SWARAKYAT.COMKedatangan warga keturunan Cina ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Aziz Syah Pereulak, Aceh Timur, Selasa (9/6/2020), ternyata cukup menghebohkan. Foto-foto kedatangan mereka yang belakangan diketahui berasal dari Yayasan Buddha Tzu Chi itu bahkan sempat viral di media sosial.

Foto kedatangan warga keturunan Cina itu awalnya diposting oleh akun Facebook Panglima Asahan yang tak lain Muhammad alias Amad Leumbeng, Anggota DPRK Aceh Timur. Dalam foto itu tampak sejumlah warga Cina sedang berada di RSUD Peureulak, membawa kardus berisi obat-obatan.

Kedatangan warga Cina tersebut jelas mengagetkan, di tengah pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini. Foto-foto itu pun langsung viral. Hingga pukul 23.00 WIB tadi malam, postingan Amad Leumbeng telah dibagikan sebanyak 1.900 kali dan dikomentari sebanyak 789 kali.

Amad Leumbeng ketika dikonfirmasi Serambi, Rabu (10/6/2020) kemarin menjelaskan, saat kedatangan warga Cina tersebut ia memang sedang berada di rumah sakit, menjenguk salah satu warga yang sedang dirawat. Sekitar pukul 13.00 WIB ketika hendak beranjak ke luar dari rumah sakit, tiba-tiba petugas keamanan mendatanginya.

“Saat akan pulang, tiba-tiba datang petugas sekuriti rumah sakit memberi tahu saya bahwa rumah sakit didatangi sejumlah warga China yang membawa bantuan medis,” katanya.

Mendengar informasi itu, mantan Panglima GAM Asahan membatalkan rencana pulangnya dan kembali masuk ke rumah sakit untuk menanyakan maksud dan tujuan kedatangan warga turunan China tersebut.

“Mereka datang menggunakan dua mobil Innova. Sebanyak 6 orang turun dari mobil dan langsung masuk ke rumah sakit membawa sejumlah peralatan medis seperti masker, infus, APD (alat pelindung diri), dan sejumlah alat medis lainnya,” ujar Amad Leumbeng.

Menurut Amad Leumbeng, pihak rumah sakit tidak ada yang berani menerima bantuan medis tersebut. 

“Bantuan peralatan medis itu tidak ada yang berani menerima. Mereka mengaku ingin menyerahkan bantuan, tetapi saya menolak dan bantuan tidak jadi diterima," imbuhnya.

Cek cok pun sempat terjadi, namun tak lama kemudian datang aparat kepolisian dan langsung membawa warga China ke Polsek Peureulak. Amad Leumbeng tak tahu lagi bagaimana proses selanjutnya, namun tak lama kemudian ia dapat kabar bahwa warga keturunan China tersebut telah melanjutkan perjalanan pulang ke arah Medan, Sumatera Utara.

Tanpa dokumen

Direktur RSUD Sulthan Abdul Aziz Syah Peureulak, dr Dharma, menjelaskan, warga keturunan China yang datang ke rumah sakit merupakan perwakilan dari Yayasan Buddha Tzu Chi di Medan. Tujuan kedatangan mereka adalah untuk menyerahkan bantuan penanganan Covid-19.

Namun karena datang dari Medan dan tidak dilengkapi dengan dokumen kesehatan dan pendamping, pihak rumah sakit memutuskan menolak bantuan itu.

"Karena mereka datang dari Medan dan tidak dilengkapi dokumen kesehatan serta tanpa pendampingan, maka dengan terpaksa kita batalkan kegiatan serah terima bantuan demi menghindari kecemasan masyarakat dan petugas rumah sakit," ungkap dr Dharma.

Yayasan Kemanusiaan Buddha Tzu Chi adalah sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan, antara lain: amal sosial, kesehatan, pendidikan, budaya humanis, pelestarian lingkungan, donor sumsum tulang, bantuan internasional, dan relawan komunitas

Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh Timur, dr Edi Gunawan, membenarkan bahwa Selasa (9/6/2020) kemarin, RSUD Sulthan Abdul Aziz Syah Peureulak didatangi oleh sejumlah warga keturunan Cina yang membawa alat-alat medis.

Dr Edi Gunawan mengaku informasi yang diperolehnya dari Direktur RSUD Peureulak, dr Dharma, warga keturunan Cina itu berasal dari Yayasan Buddha Tzu Chi, dengan tujuan untuk menyerahkan bantuan medis penanganan Covid-19. Tapi masalahnya, pihak yayasan tidak berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Aceh Timur, padahal mereka datang dari zona merah, Medan.

"Walau dari Yayasan Buddha Tzu Chi, maupun dari yayasan apapun yang ingin menyerahkan bantuan ke Aceh Timur, seharusnya koordinasi dengan Tim Gugas Aceh Timur, sama dengan pihak lainnya yang telah menyalurkan bantuan medis kepada kita. Apalagi mereka datang dari daerah zona merah," pungkas Edi.

Kedatangan warga keturunan Cina itu menurut Edi, meski bertujuan untuk menyerahkan bantuan, tetapi jelas tidak sesuai dengan protokol kesehatan. Sebab selain tidak melapor, juga tidak memiliki surat kesehatan bebas Covid-19.

"Karena mereka datang dari zona merah dan masuk ke Aceh Timur tidak sesuai prosedur, maka pihak RSUD Peureulak tidak jadi menerima bantuan medis tersebut," ungkapnya.

Saat ditanya tentang jenis bantuan yang akan diserahkan, dr Edi menyebutkan bantuan meliputi masker, baju alat pelindung diri (APD) lengkap, sarung tangan, dan alat medis lainnya.

Ia sekali lagi menegaskan, sebelum menyalurkan bantuan ke Aceh Timur agar terlebih dulu melapor kepada Tim Gugas Aceh Timur, karena hal ini menyangkut program penanganan Covid-19. "Karena mereka masuk ke Aceh Timur tidak sesuai dengan prosedur yang diterapkan, maka bantuan tersebut ditolak," demikian dr Edi.

loading...