Gunakan Istana Negara Untuk Negosiasi Politik, Pengamat: Kesalahan Besar Seorang Presiden - SWARAKYAT MEDIA

Gunakan Istana Negara Untuk Negosiasi Politik, Pengamat: Kesalahan Besar Seorang Presiden

Gunakan Istana Negara Untuk Negosiasi Politik, Pengamat: Kesalahan Besar Seorang Presiden

SWARAKYAT.COM
- Bakal Calon Walikota Solo, Achmad Purnomo mengaku diundang Presiden Jokowi ke Istana Negara pada Kamis (16/7). 

 

Ia mengaku ditawari jabatan oleh Jokowi asalkan rela mundur dari persaingan dengan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka untuk tidak maju sebagai Calon Walikota Solo dari PDIP.


Penagamat politik Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam menilai apa yang dilakukan oleh Kepala Negara merupakan suatu kesalahan besar. Jokowi dinilai telah melanggar etika dan memanfaatkan Isatan untuk kepentingan politik praktis putra sulungnya.

 

"Cara Presiden Jokowi melakukan negosiasi dan menawarkan jabatan kepada pesaing putranya Gibran Rakabumingraka dalam Pilkada Kota Surakarta di Istana Negara merupakan kesalahan besar seorang presiden," demikian kata Umam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (18/7).

 

Dalam pengamatan Umam, Jokowi tidak hanya sekali memanfaatkan Istana untuk pertemuan politik praktis. Sebelumnya Maret 2018, Jokowi pernah mendatangkan elite partai pendukungnya ke Istana.

 

Meski Istana saat itu beralibi bahwa pertemuan bukan inisiatif Presiden, namun demikian pemanggilan Achmad Purnomo jelas merupakan kehendak dari Jokowi.


Istana Negara tambah Umam, merupakan simbol negara, sehingga tidak patut memperbincangkan urusan politik praktis. Apalgi, hanya untuk memuluskan langkah anak kandungnya.

 

“Jokowi sudah offside, jelas itu out of the line, melanggar etika dalam memanfaatkan simbol negara Istana presiden merupakan simbol negara, yang seharusnya digunakan untuk urusan politik kebangsaan, bukan tempat negosiasi politik praktis, apalagi untuk melancarkan kepentingan anak dan keluarga penguasa untuk mencapai kekuasaan," demikian uraian Umam.

loading...