Jokowi Tawarkan Jabatan ke Purnomo, Demokrat: Vulgar Sekali, Udah Mirip 'Uang Mundur' di Proyek - SWARAKYAT MEDIA

Jokowi Tawarkan Jabatan ke Purnomo, Demokrat: Vulgar Sekali, Udah Mirip 'Uang Mundur' di Proyek

Jokowi Tawarkan Jabatan ke Purnomo, Demokrat: Vulgar Sekali, Udah Mirip 'Uang Mundur' di Proyek

SWARAKYAT.COM
- Pengakuan Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo yang mengaku pernah ditawari jabatan oleh Presiden Joko Widodo sebagai timbal balik pencalonan putranya Gibran Rakabuming Raka di Pilwalkot Solo terus menjadi sorotan. 

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Jansen Sitindaon, melalui cuitan akun Twitter pribadinya mengatakan, pihak terkait dalam hal ini Presiden Jokowi untuk mengklarifikasi benar atau tidaknya pengakuan Achmad Purnomo tersebut. 

Sebab, pemberitaan soal "uang mundur" tersebut kadung viral di masyarakat. Advertisement: 0:53 "Baiknya ini segera diklarifikasi jika tidak benar. 

Karena berita ini udah kemana-mana," kata Jansen Sitindaon, Sabtu (18/7). Menurut Jansen, deal-deal politik yang dilakukan keduanya terlalu vulgar dan bahkan dilakukan di Istana Negara sebagaimana pengakuan Achmad Purnomo. "Vulgar sekali. 

Udah mirip seperti "uang mundur" di proyek aja ini namanya. Memakai Istana lagi sebagai lokasinya," sindirnya. Alih-alih untuk Pilwalkot Solo, Achmad Purnomo disebut rela mundur demi putra sulung Presiden Jokowi yang belakangan mendapatkan rekomendasi PDI Perjuangan. 

Jansen melanjutkan, bagimana di daerah lain seperti Medan. Diketahui, menantu Presiden Jokowi Bobby Nasution pun mencalonkan diri pada Pilkada Medan nanti. 

"Apa Pilkada Medan kampung saya juga begini? Kita lihat saja," demikian Jansen. Sebelumnya, Achmad Purnomo mengaku mendapat tawaran jabatan dari Presiden Jokowi sebagai timbal balik karena putranya, Gibran Rakabuming Raka, mendapat rekomendasi PDI Perjuangan (PDIP) di Pilwalkot Solo 2020. 

Meski demikian, bakal calon walikota Solo yang akhirnya kalah dari Gibran itu mengaku telah menolak tawaran tersebut. "Ya ada (tawaran timbal balik), tapi bagi saya ndak perlu," ungkap Purnomo, Jumat (17/7). 

Tawaran tersebut disampaikan saat Purnomo dipanggil Jokowi ke Istana, Kamis (16/7) kemarin. Tnamun demikian, Purnomo enggan menjawab penawaran apa dari Jokowi. Dia hanya memastikan tawaran tersebut berupa jabatan, tapi bukan posisi menteri. 

"Ya rahasia no. Ada, tapi saya ndak bersedia. Iya (jabatan). Nggak (posisi menteri), nggak setinggi itu," tukasnya.

loading...