Sempat Membantah, Kapolsek Akhirnya Dicopot, 8 Polisi Dimutasi Buntut Kasus Penganiayaan Warga - SWARAKYAT MEDIA

Sempat Membantah, Kapolsek Akhirnya Dicopot, 8 Polisi Dimutasi Buntut Kasus Penganiayaan Warga

Sempat Membantah, Kapolsek Akhirnya Dicopot, 8 Polisi Dimutasi Buntut Kasus Penganiayaan Warga

SWARAKYAT.COM
- Sebelumnya, Kapolsek Percutseituan Kompol Otniel Siahaan angkat bicara terkait kabar saksi pembunuhan mengalami kekerasaan saat proses pemeriksaan.

 

Otniel menepis kabar bahwa pihaknya melakukan kekerasan terhadap saksi bernama Sarpan, seorang warga yang berprofesi sebagai kuli bangunan.

 

"Tidak benar," tulis Kompol Otniel Siahaan saat dikonfirmasi via WhatsApp (WA), Selasa (7/7/2020) petang.



Setelah ditelusuri ternyata benar, pasca kasus penyiksaan tersebut, Kapolsek Percut Sei Tuan Komisaris Polisi Otniel Siahaan dicopot.

 

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi Tatan Dirsan Atmaja.

 

"Kapolsek (Polsek Percut Sei Tuan) diserahterimakan," kata Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (9/7/2020).

 

Dijelaskan Tatan, selain mengganti jabatan Kapolsek Percut Sei Tuan, pihaknya juga menarik delapan personel polisi dari Polsek Percut Sei Tuan ke Polrestabes Medan dalam rangka proses sidang disiplin.

 

"Delapan anggota Polri yang bertugas di Polsek Percut Sei Tuan ditarik ke Polrestabes Medan untuk proses sidang disiplin," ujarnya.

 

Kombes Tatan juga membenarkan, jika penggantian Kapolsek Percut Sei Tuan dan delapan anggota yang ditarik untuk sidang disiplin terkait kasus dugaan penyiksaan terhadap Sarpan.

 

"Iya betul (terkait dugaan penyiksaan)," ungkap Tatan.

 

Sementara itu, Kombes Tatan menegaskan dalam kasus dugaan penyiksaan seorang saksi bernama Sarpan, Polda Sumut akan memeriksa oknum anggota terkait. Dia memastikan akan memberikan saksi tegas bagi anggota Polri yang terbukti melakukan kesalahan.

 

"Kapolda Sumut mengatakan akan memberikan reward bagi anggota yang berprestasi. Dan tetap akan menindak anggota yang melakukan kesalahan." (*)

loading...