Wali Kota Surabaya Tri Risma Siap Menantang Anies Di Pilkada DKI 2022 - SWARAKYAT MEDIA

Wali Kota Surabaya Tri Risma Siap Menantang Anies Di Pilkada DKI 2022

Wali Kota Surabaya Tri Risma Siap Menantang Anies Di Pilkada DKI 2022

SWARAKYAT.COM
- Wali Kota Tri Rismaharini  biasa disapa Risma menggelar pertemuan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan para direktur rumah sakit (RS) di Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/6/2020).

 

Ada pemandangan yang tak lazim jadi perhatian publik hari itu. Risma bersujud sambil meminta maaf di hadapan dokter usai mendengar kesulitan yang dialami tenaga kesehatan dan pengelola RS.

 

Bahkan, banyak yang menduga aksinya berlebihan dan pencitraan yang sengaja dilakukan. Dugaan-dugaan ini sah saja, namun kita bisa membaca dengan sangat cerdas rekam jejak seorang Risma sepak terjangnya menyulap wajah kota bukan sekedar omongan atau janji belaka.

 

Itu dari infrastrukturnya saja, warga miskin yang kesulitan terhadap akses kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lainnya adalah sentuhan diamnya yan

Goyangan Risma yang juga Kader PDI Perjuang dan masuk dalam struktur Kepengurusan Dewan Pimpinnan Pusat (DPP) PDI Perjuangan di akhir-akhir masa jabatan sebagai Walikota.

 

Perbedaan pendapat dan Gubernur Jawa Timur Kofifah terkait cluster baru covid-19 yang masih timbul perdebatkan bisa dimaknai juga sebagai pesan khusus dari Partai Nasdem supaya majunya Risma jika benar terjadi di Pilkada DKI Jakarta 2022.

 

Yang dipersiapkan partai besutan Megawaati  tidak bisa berjalan mulus, sebab Nasdem berambisi ingin menjadi partai pemenang Pilkada.

 

Maka ‘segala cara’ dilakukan, maka gangguan dan goyangan   terhadap Risma yang dianggap kuat mengalahkan Petahana Anies Baswedan. Apalagi Nasdem  punya kepentingan untuk masuk di tiga partai besar Pilpres 2024.

 

Belum lagi, survei dari lembaga New Indonesia Consulting & Research yang dirilis akhir Juni 2020 menempatkan  ayah dari Prananda Paloh  tak masuk dari  lima besar.

 

Gaya Risma yang apa adanya, dan sudah terbukti membangun Surabaya dengan Sumber Daya Manusia yang anggaran  dibawah Jakarta bisa menjadi ancaman serius.

loading...