325 TKA China Tiba di Kepri, Disnaker: Karantina 14 Hari Dulu, Baru Bekerja - SWARAKYAT MEDIA

325 TKA China Tiba di Kepri, Disnaker: Karantina 14 Hari Dulu, Baru Bekerja

325 TKA China Tiba di Kepri, Disnaker: Karantina 14 Hari Dulu, Baru Bekerja


SWARAKYAT.COM - Sebanyak 325 tenaga kerja asing (TKA) asal Cina sampai di Bandara Raja Ali Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu, 8 Agustus 2020. TKA Cina ini akan menjadi tenaga ahli dalam proyek pembangunan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).

 

Para pekerja datang dengan tiga jadwal penerbangan, penerbangan pertama pukul 13.40 WIB, berikutnya pukul 17.00 WIB dari Cina. "Tentunya semua tenaga kerja asing dari China ini menerapkan protokol kesehatan berdasarkan surat edara menteri kesehatan," ujar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan atau KKP Kota Tanjungpinang, Agus Jamaludin, Sabtu, 8 Juli.

 

Meskipun seluruh TKA sudah melakukan rapid test di negara asal, KKP akan melakukan rapid test ulang. "Selain itu kita juga melakukan pengukuran suhu, wawancara, dan meminta mereka mengisi HAC," kata Agus.

 

Jika terdapat dari TKA yang reaktif, KKP akan langsung memisahkan TKA tersebut kemudian melakukan tes swab di RS Angkatan Laut, Tanjungpinang. TKA ini akan dipekerjakan di PT BAI yang berada di kawasan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

 

Kepala Disnaker Bintan, Indra Hidayat mengatakan, TKA Cina ini merupakan tenaga ahli konstruksi untuk bekerja di PT BAI karena memang target pembangunan perusahaan ini bisa memproduksi pada 2021. "Ini adalah langkah percepatan," katanya.

 

Indra menjelaskan, TKA ini hanya bekerja selama 6 bulan di PT BAI. Sebanyak 900 tenaga kerja lokal akan mendampingi pekerjaan tenaga ahli asal Cina tersebut.

 

Selain itu, perusahaan juga memiliki tempat karantina mandiri jika terdapat TKA yang memiliki gejala Covid-19. Setelah sampai di Tanjugnpinang, TKA Cina harus menjalankan karantina selama 14 hari ke depan, jika tidak terdapat gejala Covid-19, mereka baru diperbolehkan untuk bekerja.


Direktur Utama PT BAI Santoni menyatakan, selain TKA Cina itu, puluhan tenaga kerja lokal yang sudah dilatih selama 14 bulan di Cina juga tiba di Tanjung Pinang untuk bekerja di perusahaan tersebut. "Ada 80 orang tenaga kerja asal Bintan, Tanjung Pinang, Batam, dan daerah lainnya, yang dilatih di Cina sudah kembali ke Tanah Air. Sebagian dari mereka sudah tiba di Bintan, dan sebagian lagi masih di Jakarta," ucapnya.

 

Seluruh tenaga kerja asing maupun lokal yang tiba di Indonesia mengenakan alat pelindung diri. Mereka juga takut tertular Covid-19. Para pekerja itu juga akan melaksanakan protokol kesehatan yakni karantina mandiri di tempat tinggal yang disediakan perusahaan di lokasi proyek. "Mereka karantina mandiri selama 14 hari. Setelah itu baru bekerja," ucap Santoni.

 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan peran TKA Cina yang akan masuk ke Indonesia dan bekerja di kawasan Sulawesi Tenggara. Menurut Luhut, para tenaga asing ini akan menggarap pelbagai pekerjaan yang sebelumnya tidak bisa dikerjakan oleh tenaga kerja lokal, seperti merakit mesin-mesin canggih.

 

"Tidak benar pendapat yang mengatakan TKA akan menjajah kita. Tidak seperti itu. Tidak ada pikiran seperti itu sama sekali. Mereka melakukan hal yang kita belum bisa lakukan," ujar Luhut saat meninjau industri aluminia di Bintan seperti yang tertulis dalam keterangan resmi, Jumat, 3 Juli 2020.

 

Luhut menjelaskan, tenaga kerja asing ini hanya akan melakukan transfer teknologi kepada pekerja Indonesia. Dengan begitu, fungsi-fungsi yang dijalankan oleh tenaga asing pun tetap melibatkan pekerja dalam negeri agar industri di Tanah Air dapat melakukan lompatan-lompatan.

 

Kendati begitu, tutur Luhut, tenaga kerja asing tidak bakal selamanya bekerja di kawasan industri tersebut. Ia menyebut, saat ini Gubernur Sulawesi Tenggara telah menyiapkan sekolah Politenik untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan industri.

loading...