Anies – Sandi Berpotensi Tumbangkan Prabowo – Puan di Pilpres 2024 - SWARAKYAT NEWS

Anies – Sandi Berpotensi Tumbangkan Prabowo – Puan di Pilpres 2024

Anies – Sandi Berpotensi Tumbangkan Prabowo – Puan di Pilpres 2024


SWARAKYAT.COM - Nama Anies Baswedan semakin harum di mata rakyat Indonesia. Sosok pemimpin yang sangat santun dan bersahaja ini ramai dibicarakan akan menjadi Presiden Indonesia 2024.

 

Mantan Rektor Paramadina ini dianggap mampu membawa Indonesia kearah yang lebih baik saat menjabat Presiden.

 

Selama memimpin Ibukota, Anies sudah membuktikan dedikasinya. Tidak jumawa saat meraih berbagai prestasi. Dan tetap tersenyum saat dicemooh lawan politik yang gagal move on karena kalah di Pilkada lalu.

 

Surya Paloh, aktor politik bangsa ini yang awalnya melawan Anies di Pilkada DKI, sekarang pasang badan untuk mengusung Anies di 2024. Hal ini lantaran Anies dianggap mampu membenahi berbagai persoalan di ibukota.

 

Lantas bagaimana peta politik 2024 nanti, jika Anies akan maju bersama Sandiaga, ini berarti Sandiaga harus keluar lagi dari Partai Gerindra.

 

Lantaran Gerindra hampir pasti mendukung Prabowo yang digadang-gadang akan menggandeng Puan di 2024.

 

PDIP boleh saja berada di atas dan mengalahkan partai-partai lain. Namun peta pemilihan calon presiden tidak linear dengan pemilihan legislatif. Tokoh asal partai berlambang banteng moncong putih yang dijagokan pada Pilpres 2024 mendatang, masih kalah dibandingkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.


“Meskipun PDI Perjuangan unggul mencapai 30,3 persen. Kita tahu stok kader PDIP cukup berlimpah. Ada Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, dan Puan Maharani. Mereka masuk 10 besar pilihan masyarakat. Tetapi tokoh yang berpeluang maju dalam Pilpres masih rendah elektabilitasnya,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono, di Jakarta, Rabu (4/3) lalu.

 

Mereka masih jauh di bawah Prabowo Subianto (23,7 persen), Anies Baswedan (14,7 persen), dan Sandiaga Uno (10,3 persen). Elektabilitas kader PDIP paling tinggi Ganjar Pranowo (8,0 persen), Risma (3,6 persen). Yang paling buncit Puan Maharani (1,1 persen).

 

Selain itu ada Ridwan Kamil (4,9 persen), Erick Thohir (4,1 persen), Mahfud MD (2,9 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (1,6 persen). “Rata-rata mereka diuntungkan dengan posisi saat menjabat. Baik menteri maupun gubernur atau walikota,” imbuhnya.

 

Sandi dan AHY yang masih menuai investasi elektoral, harus meraih jabatan serupa jika ingin tetap bertahan. Dengan elektabilitas yang masih sangat tinggi, Prabowo berpeluang dicalonkan kembali pada Pilpres 2024. “Jika disimulasikan, pasangan Prabowo-Anies unggul jauh dengan dukungan publik mencapai 35,4 persen. Sedangkan Prabowo-Puan yang mencerminkan keterwakilan PDIP hanya didukung sebesar 11,8 persen,” paparnya.

 

Pasangan Prabowo-Puan bahkan masih kalah dari Prabowo-Sandi yang sebelumnya bertarung dalam Pilpres 2019 dengan tingkat dukungan mencapai 23,3 persen. “Ini menjadi tantangan serius bagi PDIP. Kemungkinan duet Prabowo-Anies menjadi pasangan yang paling kuat dan tidak terkalahkan,” jelasnya.


Jika Prabowo tidak maju pada 2024, Anies berpeluang menjadi calon presiden yang diunggulkan. Pasangan nostalgia Pilkada DKI 2017 Anies-Sandi paling favorit dengan dukungan 28,8 persen, disusul Anies-RK (21,0 persen), dan Anies-AHY (9,8 persen). Alternatif lainnya adalah Sandi-RK (31,3 persen), Sandi-Erick (27,6 persen), dan Sandi-AHY (30,3 persen).

 

Simulasi lain dilakukan terhadap RK. Yakni pasangan RK-Ganjar (22,3 persen), RK-Erick (14,8 persen), dan RK-AHY (9,3 persen). Lalu Ganjar-Sandi (20,3 persen), Ganjar-Erick (16,8 persen), dan Ganjar-RK (11,8 persen). “Nama Puan tidak muncul dalam simulasi pilpres tanpa Prabowo. Ini menunjukkan rendahnya dukungan terhadap penerus dinasti politik PDIP tersebut,” urainya