Bandingkan Jokowi dengan Soeharto, Akun Fake Tommy: Jokowi Tak Ada Prestasi di Bidang Pertanian - SWARAKYAT MEDIA

Bandingkan Jokowi dengan Soeharto, Akun Fake Tommy: Jokowi Tak Ada Prestasi di Bidang Pertanian

Bandingkan Jokowi dengan Soeharto, Akun Fake Tommy: Jokowi Tak Ada Prestasi di Bidang Pertanian


SWARAKYAT.COM - Putra Presiden kedua RI Tommy Soeharto berkicau lewat akun media sosial Twitter soal partai komunis Indonesia (PKI). Tommy menegaskan, PKI tidak pantas ada di Indonesia.

 

“Jangankan PKI, baunya PKI enggak pantas ada di RI,” kicau Tommy lewat akun @Tommy_Soeharto.

 

Ketua Umum DPP Partai Berkarya ini kemudian berkicau soal kapitalis dan pertanian, dengan membandingkan era Soeharto dan Joko Widodo.

 

“Diktator proletariat karena alat-alat produksi dikuasai kapitalis? Ini tidak cocok di RI. Karena RI di era Soeharto, petani makmur. Harga produk pertanian jauh lebih baik di bawah KUD. Jokowi tidak ada prestasi di bidang pertanian. Tidak punya konsep,” twit @Tommy_Soeharto.

 

Dia kemudian mempersilakan warganet mengecek data, terkait penyerapan sektor pertanian atas tenaga kerja. Menurutnya, di era pemerintahan Jokowi terus menurun, termasuk pisaunya atas pendapatan domestik bruto (PDB).

 

Penyerapan sektor Pertanian atas tenaga kerja terus turun di era Jokowi. Porsinya ats PDB juga turun, mencapai 12,72%. Perbandingn dengan era Pak Harto 1986 (2,44 kali lipat). Nilai tambah tiap pekerja (petani) paling rendah di era Jokowi. Lihat info grafis,” kicaunya.

 

Tommy menyertakan gambar berupa info grafis singkat. Pada bagian atas grafis tertulis ‘Sektor Pertanian’ dan bersumber dari ‘data BPS diolah’.

 

Tommy juga berkicau soal data World Bank, yang menurutnya menunjukkan ekonomi negara-negara di Asia seperti Thailand, Vietnam, Malaysia dan Philipina lebih baik dari Indonesia.


“Data World Bank terkait Domestic credit to private sector (% of GDP) – RI masih di bawah Thailand, Vietnam, Malaysia dan Philipin.Menggambarkan, ekonomi di negara-negara dimaksud jauh lebih efektif. Rasio kredit terhadap PDB tumbh di atas 100%, ketimbang RI masih di kisaran < 40% terhadap PDB,” twit @Tommy_Soeharto.

 

Menurut Tommy, faktanya yang terjadi saat ini, bukan ekonomi yang tumbuh meroket hingga tujuh persen, tetapi jumlah utang yang terus meroket. “Bukan ekonomi tumbuh meroket 7% tapi utang yang meroket.Katanya utang produktif? Tapi pertumbuhan ekonomi mangkrak di 5%. Utang produktif? Tapi nyatanya, realisasi belanja modal terhadap PDB tidak meningkat. Kecil ! Pertumbuhan ekonomi ditopang konsumsi rumah tangga sebesar 58 persen dari PDB,” kicau @Tommy_Soeharto.


Tommy tercatat masih meluncurkan sejumlah kicauan lain berkaitan dengan perekonomian dan terkait utang, hingga Senin (24/8) pagi. Ia kembali membandingkan kondisi di era Soeharto dengan era Jokowi.


“Era Pak Harto, daya ungkit pertumbuhn ekonomi adalah dari sektor tradable (ekspor dan investasi). Kini pertumbuhan ekonomi, ditopang olh konsumsi RT, seiring bonus demografi dan pertumbuhan kelas menengah baru yang konsumtif. Sementara, produksi nasional menurun, akibatnya doyan impor,” twit @Tommy_Soeharto.


Belakangan Erwin Kallo selaku kuasa hukum Hutomo Mandala Putra atau yang karib disapa Tommy Soeharto, angkat bicara. Dia menegaskan, akun tersebut bukan milik putra Soeharto, Tommy Soeharto.


Menurut Erwin, akun resmi Ketua Umum DPP Partai Berkarya itu adalah @hputrasoeharto. “Itu akun palsu dan sudah diumumkan hari ini (Senin) di akun resmi beliau, bahwa itu akun palsu. Akun resmi beliau masih yang dulu yaitu @hputrasoeharto silakan di cek,” ujar Erwin saat dikonformasi jpnn.com, Senin siang.

 

Erwin kemudian menyampaikan harapan agar media lebih waspada terhadap keberadaan akun-akun palsu.


“Sebaiknya para pewarta waspada terhadap berita yang mengutip dari akun-akun palsu. Terima kasih,” pungkas Erwin.

loading...