Berpeluang Jadi Capres 2024, Wajar Erick Thohir Enggan Jadi "Kelinci Percobaan" Vaksin China - SWARAKYAT MEDIA

Berpeluang Jadi Capres 2024, Wajar Erick Thohir Enggan Jadi "Kelinci Percobaan" Vaksin China

Berpeluang Jadi Capres 2024, Wajar Erick Thohir Enggan Jadi "Kelinci Percobaan" Vaksin China


SWARAKYAT.COM - Penolakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menjadi relawan uji coba vaksin Covid-19 penuh dengan retorika.

 

"Seharusnya bila tidak bersedia lebih baik terang saja. Tidak perlu muter-muter cari alasan," kata aktivis Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima), Sya'roni saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (8/8).


Saat ini, PT Bio Farma tengah melakukan uji klinis tahap III untuk vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China. Untuk melakukan pengujian tersebut, Bio Farma tengah mencari 1.620 relawan yang mau disuntikkan vaksin ke dalam tubuhnya.

 

Menurut Sya'roni, sejatinya keengganan Erick menjadi relawan sangat manusiawi. Karena vaksin tersebut belum teruji kehandalannya. Maka segala kemungkinan bisa saja terjadi, termasuk kemungkinan kegagalannya.

 

Pada sisi lain, Erick adalah tokoh muda yang sedang bersinar karirnya. Dalam 10 tahun terakhir ini, grafik karirnya terus menanjak.

 

Dimulai dengan kepemilikan klub raksasa Inter Milan, dilanjut sukses sebagai Ketua Panitia Asian Games, diteruskan sukses sebagai Ketua Timses Jokowi-Maruf, dan akhirnya saat ini sukses menduduki kursi Menteri BUMN.

 

"Bila mengikuti tren grafiknya, bukan tidak mungkin Erick akan menjadi Capres atau setidaknya Cawapres di masa yang akan datang," ujar Sya'roni.

 

Dengan segudang prestasi dan peluang menjadi Capres atau Cawapres sangat terbuka lebar, lanjut Sya'roni, maka wajar jika Erick menolak menjadi relawan uji coba vaksin.

 

"Vaksin tersebut belum teruji kehandalannya. Bila di kemudian hari berdampak buruk terhadap tubuh manusia, maka sirna pula harapan-harapannya untuk meniti karir politik yang lebih tinggi," tutupnya.

 

Menteri BUMN, Erick Thohir yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menjelaskan alasannya kenapa ogah menjadi relawan untuk uji coba klinis vaksin Covid-19 tahap ketiga.

 

Dalam wawancara virtual dengan Kumparan, Jumat (7/8), Erick mengatakan, sebagai pemimpin, tidak etis jika dia memperoleh imunisasi vaksin pertama kali.

 

"Bukannya takut. Tapi lebih baik relawan yang sesuai dengan prototipe yang dicari. Meski pengin disuntik, tapi rakyat dulu. Kami sebagai pemimpin belakangan," sebut Erick dalam acara itu. (*)

loading...