Cerita Amrah Kasim Sembuh dari Covid-19: Ketika Allah Cabut Nyawa Saya, Petugas Medis Sisa Membungkus Saya - SWARAKYAT MEDIA

Cerita Amrah Kasim Sembuh dari Covid-19: Ketika Allah Cabut Nyawa Saya, Petugas Medis Sisa Membungkus Saya

Cerita Amrah Kasim Sembuh dari Covid-19: Ketika Allah Cabut Nyawa Saya, Petugas Medis Sisa Membungkus Saya


SWARAKYAT.COM - Masifnya testing dan tracing yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, semakin menambah angka pasien yang terjangkit wabah Covid-19.

 

Salah satunya mantan pasien, Amrah Kasim yang berhasil melawan virus corona dan dinyatakan negatif Covid-19, usai melakukan pemeriksaan swab sebanyak 4 kali.


Amrah menceritakan, mulanya mengalami gejala demam, batuk dan sesak nafas yang berkepanjangan di Juni 2020 lalu. Dari gejala yang dirasakan, membuat imun Amrah menurun dan mengakibatkan mudah lelah serta lemas. Untuk itu, ia memutuskan menjalankan isolasi mandiri di rumah selama 2 pekan.

 

“Anak-anak saya sudah dibatasi, tidak ada yang masuk di kamar. Saya katakan, jangan ada mendekat karena sepertinya saya kena virus Corona, tapi saya belum yakin karena belum ada bukti,” ucap Kaprodi Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Senin (3/8/2020).

 

 

“Selama saya di rumah, anak-anak tidak melakukan kontak langsung dengan saya, tidak ada yang masuk kamar, mereka hanya mengantarkan makanan dan disimpan di depan pintu,” sambungnya.


Usai menjalankan isolasi mandiri selama 2 pekan di rumah, Amrah mengaku kembali menjalani aktivitasnya dengan menerapkan protokol kesehatan karena ia merasa keadaannya mulai membaik.

 

Hanya saja, selang beberapa hari, keadaannya kembali memburuk dan di saat itulah, ia memilih untuk melakukan pemeriksaan swab sesuai arahan orang-orang terdekatnya.

 

“Saya beranikan diri untuk tes swab karena saya dapat saran dari teman, katanya jangan sampai virusnya menyebar ke organ tubuh lain. Makanya, besoknya saya tes dan tiga hari menunggu baru dapat kabar dari Diskes Sulsel kalau saya positif,” jelas Direktur Ponpes Modern Putri IMMIM sejak tahun 2001 yang juga aktif menulis dan penelitian itu.

 

Selama kurang lebih 20 hari menjalani isolasi di rumah sakit, Amrah mengaku hanya bisa pasrah dan berdoa serta tetap semangat melawan virus yang menyerangnya.

 

“Masa isolasi 20 hari betul-betul saya merasakan Allah memberikan cobaan dan ingin mendekatkan kita dengan dirinya. Saya bahkan berpikir siap untuk dibawa ke Macanda, makanya setiap malam saya istigfar bahkan mandi bersih seperti memandikan jenazah supaya ketika Allah mencabut nyawa saya, petugas medis sisa membungkus saya dan memakamkan saya. Jadi saya sudah bersih,” ungkapnya dengan suara isak.

 

Tidak hanya itu, ia juga membeberkan terkait pelayanan rumah sakit yang memuaskan, dan tempat isolasi yang sudah disterilkan membuat pasien merasakan tempat isolasi yang tidak dapat dibesuk oleh siapapun.

 

“Banyak suara sumbang di luar sana katanya kita tidak dikasih makan. Saya juga takut sebetulnya kalau itu terjadi, tapi justu kita diberi gizi makanan pagi siang dan malam itu teratur seperti susu, telur, sayur, buah dan pelayanannya jauh berbeda dengan rumah sakit isolasi dan rumah sakit non isolasi,” tutur Amrah.

 

“Kalau soal kuman, alhamdulillah kita steril. Karena betul-betul kita terisolir. Tidak ada makhluk yg masuk atau kuman karena sangat dijaga dan setiap perawat mau sentuh kita dia sterilkan diri dulu bgitupun kita diharuskan pake masker dan sebagainya,” lanjutnya.

 

Bahkan, saat menjalankan isolasi di rumah sakit, ia menuturkan tetap menjalankan aktivitas secara daring yaitu melayani mahasiswa yang ingin menyelesaikan tugas akhir.

 

Dari perjuangannya melawan virus Covid 19, ia berharap masyarakat yang memiliki gejala Covid 19 dapat segera memeriksakan diri dan lebih menekankan agar sifat jujur dapat ditanamkan dalam diri setiap masyarakat.

 

“Jangan sembunyikan, tidak perlu kita malu kalau kita kena penyakit seperti ini. Banyak masyarakat yang berusaha menyembunyikan, padahal kalau kita sembunyikan penularan terjadi di mana mana. Mungkin ada yang takut juga, cuma saya fikir virus ini tidak terlalu berbahaya, kecuali memang kalau kita punya komorbit tapi kalau diselingi dengan semangat dan imun kuat, insyaAllah kita bisa lewati” tutupnya.

loading...