Freeport Sudah Milik Indonesia Belum? Kok Laporan Keuangan Gak Ada di Website Resmi? - SWARAKYAT MEDIA

Freeport Sudah Milik Indonesia Belum? Kok Laporan Keuangan Gak Ada di Website Resmi?

Freeport Sudah Milik Indonesia Belum? Kok Laporan Keuangan Gak Ada di Website Resmi?



SWARAKYAT.COM - Menurut Presiden, Januari 2019, NKRI itu sudah berhasil memiliki 51% saham PT Freeport Indonesia. Untuk menguasai saham ini, kita menggelontorkan 55 Triliun. Tidak gratis, cuy. Meski itu tambang di negeri kita sendiri, ijinnya kita yg ngasih, kita tetap bayar!

 

Nah, ini sudah Agustus 2020. Saya kira sudah ada kemajuan soal laporan dll. Tapi bahkan saya mau nyari Laporan Keuangan kuartal 2/2020 PT Freeport Indonesia saja, susah. Tidak ada di website resmi mereka. Yang ada malah rilis dari LN sana, 'induknya' Freeport Mc Moran.

 

Jadi sebenarnya yang punya mayoritas di Freeport ini siapa? Indonesia atau masih bule sana? Kok 'induknya' yang di luar sana yang koar-koar. Kalau itu sudah 51% milik kita, maka induknya adalah kita. Bukan bule. Tolong kalian posting itu laporan kuartal di website resmi kalian. Sama seperti BUMN lain, wajib dong 'declare' ke rakyat Indonesia. Karena rakyat Indonesia adalah pemiliknya. Saya ogah baca data yang dari Amrik sana.

 

Bahkan sebenarnya, sorry, ngapain pula harus pakai nama FREEPORT? Kita berkuasa 51% di sana, mending ganti nama PT PAPUA kek, apa kek. Biar itu 'Freeport McMoran' tahu persis, mereka bukan induk lagi. Pemerintah melakukan klaim gagah banget, ngaku sudah 51%, tapi coba elu buka annual report 2019 yang diposting di website PT Freeport Indonesia, ampun dah, semua yang disebut adalah Freeport McMoran.

 

Dan setiap berita terkait Freeport Indonesia, selalu saja merujuk ke 'induk usaha adalah Freeport McMoran'. Silahkan buka website berita, dll. Ambyar deh. Dikit-dikit, 'menurut data Freeport McMoran, induk usaha Freeport Indonesia'. Induknya itu siapa? Kita itu betulan berkuasa penuh di Freeport Indonesia, atau cuma angka di atas kertas doang? Masa’ nyari laporan kuartal saja susah.

 

*Tere Liye, penulis novel "Negeri Para Bedebah"

 

**harap maklumi, dulu waktu sekolah/kuliah saya itu memang berisik. rese. suka nanya yg aneh2. dan juga bukan murid yg pintar, duuh, ngerti apa sih Tere Liye, cuma penulis fiksi.

loading...