Kiai Kultural Jawa Timur dan Jateng Daulat Rizal Ramli Benahi Perekonomian Nasional - SWARAKYAT MEDIA

Kiai Kultural Jawa Timur dan Jateng Daulat Rizal Ramli Benahi Perekonomian Nasional

Kiai Kultural Jawa Timur dan Jateng Daulat Rizal Ramli Benahi Perekonomian Nasional


SWARAKYAT.COM - Sejumlah kiai kultural asal Jawa Timur dan Jawa Tengah yang dimotori KH Agus Solachul Aam Wahib Wahab dan akrab dipanggil Gus Aam meminta ekonom senior Rizal Ramli turun tangan pulihkan ekonomi nasional yang terpuruk.

 

Rizal Ramli (RR) itu lahir di Sumbar, besar sejak umur 6 tahun di Jawa Barat, tiasa nyarios Sunda,tokoh2 Jawa Barat anggap RR Tokoh Parahyangan. Waktu mahasiswa ITB ikut pasantren singkat di Gontor, diberi gelar ‘Gus Romli” oleh Ikatan Alumni Tebuireng. RR tokoh kepercayaan Gus Dur. RR iru didukung NU kultural utk jadi Presiden - Kiai Kultural Jawa Timur Daulat Rizal Ramli Benahi Perekonomian Nasional.

 

Kiai Kultural Jawa Timur Daulat Rizal Ramli Benahi Perekonomian Nasional

 

Salah satunya karena dampak pandemi Covid-19. Ia khawatir kalau kondisi ini tidak segera dibenahi bisa menyebabkan resesi ekonomi.

 

Gus Aam mengungkapkan kesulitan ekonomi saat ini terasa sampai ke bawah. Termasuk yang dirasakan para pengasuh pondok pesantren, sebab berbulan-bulan mereka menghentikan kegiatan belajar-mengajar.

 

Bahkan sampai hari ini masih ada pesantren yang tutup. Tentu kondisi itu juga berdampak pada masyarakat di lingkungan pesantren. Sebab selama ini roda ekonomi mereka bergerak karena keberadaan pesantren.

 

"Pak Rizal Ramli punya pengalaman 20 tahun lalu. Saat itu ekonomi terpuruk imbas krisis moneter. Namun kondisi saat itu berhasil diatasi oleh beliau. Bahkan perekonomian yang minus 3 persen bisa diubah menjadi tumbuh 4 persen hingga akhirnya tumbuh 7 persen sampai sebelum Gus Dur dilengserkan," ujar Gus Aam dalam acara webinar Ngopi RR Edisi-4  - Membangkitkan Ekonomi Pesantren di Tengah Pandemi Corona, Keniscayaan atau Ilusi? Senin (24/8/2020).

 

Gus Aam yakin Rizal Ramli tak sekedar mampu membangkitkan ekonomi pesantren tapi sekaligus ekonomi nasional. Karena itu, ia bersama para kiai kultural yang tergabung dalam Komite Khittah NU 1926 atau KKNU 1926 mendukung RR sebagai pemimpin nasional yang akan datang.

 

Ia menilai RR sebagai figur yang cerdas dan berani. Kriteria pemimpin itu yang dibutuhkan untuk membawa bangsa ini menuju adil dan makmur.

 

Gus Aam mencontohkan ide cemerlang RR menyatukan seluruh bank syariah milik pemerintah agar asetnya bisa bertambah besar sehingga bisa bersaing dengan bank umum milik swasta.

 

"Rizal Ramli itu cerdas dan berani. Kepeduliannya pada nahdliyyin juga sudah terbukti. Ini pemimpin nasional yang dibutuhkan saat ini dan untuk masa depan," imbuh cucu pendiri NU, KH. Wahab Chasbullah ini.

 

Sementara itu, tokoh nasional Rizal Ramli bisa memahami kegelisahan para kiai dan pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur dan daerah lainnya.

 

Sebab tak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan dampak di semua lini kehidupan termasuk di instansi pendidikan, dimana pola kerja dan belajar yang membuat kita dipaksa terbiasa dengan pola virtual.

 

Dan sudah hampir enam bulan lembaga pendidikan di Indonesia termasuk pesantren telah menutup rapat ruang-ruang kelas fisiknya.

 

Padahal, pesantren merupakan lembaga pendidikan dan dakwah yang telah ada sejak ratusan tahun lalu di Indonesia, sebelum republik ini berdiri.

 

Pesantren juga merupakan salah satu kontributor penyumbang pendapatan ekonomi daerah melalui industri kreatif, koperasi, dan UKM. Saat ini, jumlahnya mencapai 25.938 pesantren, angka yang begitu masif dan besar pengaruhnya di tengah masyarakat.

 

Rizal Ramli lebih lanjut menjelaskan, jika potensi pesantren dengan koperasi dan usaha kreatifnya sangat luar biasa.

 

Webinar-Ngopi-RR-Edisi-2.jpg

 

Ada pondok pesantren yang mampu berdiri dan maju seperti Sidogiri. Namun banyak yang harus mendapatkan stimulus dan pendampingan. Di sini, tegasnya, peran negara seharusnya hadir. Apalagi ditengah pandemi seperti saat ini.

 

"Sejatinya republik ini punya hutang budi pada pondok pesantren. Karena dari sini lah lahir para pahlawan dan pejuang kemerdekaan," ungkap pria yang di Jawa Timur akrab disapa RR (Rizal Ramli) atau Gus Romli tersebut.

 

Inilah pondok pesantren yg  ikut Meeting Zoom Ngopi bareng bersama RR.

1  KH Hasib Wahab Chasbullah

PP Abdul Wahab Chasbullah Jombang

2 KH Ghozi Wahib Wahab

PP Al Mustahab Jogjakarta

3 Gus Wachid Muin PP Al Wachid Mojokerto

4 KH Ishaq Masykuri

PP Kuttabul Banat

Lasem Rembang

5 Gus Abdul Rozak

PP Nurul Hidayah

Sidoarjo

6 KH Najih MZ

PP Al Anwar

Sarang Rembang

7 KH Suyuti Thoha

PP Mansaul Huda Banyuwangi

8 KH Hasan Abdul Jalal

PP Nurul Qodim Probolinggo

9 KH Yahya Romli

PP Yanbu'Ulum

Tuban

10 KH Fadholi M Ruham

PP Al Fudhola

Pamekasan

11 KH Nurun Tajalla PP Fadhilatul Quran Sampang

12 KH Luthfi Bashori PP Al Murtadho Al Islam Malang

13 KH Thamrin

PP Al Yasini

Jember

14 KH Zaenudin Husni PP Tarbiyatul Qulub Surabaya

15 KH Achmad Fauzi PP Raudhotul Falah Surabaya

16 KH Luthfi Abdul Hadi

PP Nurul Ihsan

Malang

17 KH Abdul Malik

PP Haq An Nahdliyah Sidoarjo

18 KH Abdullah Munif PP Anwarul Maliki

Pasuruan

19 KH Amin Tohari

PP Nurul Aziz

Tuban

20 KH Masrur Mampuri

PP Al Khitthoh

Probolinggo

21 KH Ma' mun

PP Ar Raudhoh

Tulung Agung

Jd total 21 Pengasuh Pondok Pesantren Jatim & Jateng (*)

loading...