Lawan Pengusaha Sawit, Ketua Adat Laman Kinipan dan Anak Buahnya Ditangkap Satu Persatu - SWARAKYAT MEDIA

Lawan Pengusaha Sawit, Ketua Adat Laman Kinipan dan Anak Buahnya Ditangkap Satu Persatu

Lawan Pengusaha Sawit, Ketua Adat Laman Kinipan dan Anak Buahnya Ditangkap Satu Persatu



SWARAKYAT.COM - Satu persatu warga Adat Laman Kinipan ditangkap polisi. Bahkan Ketua Komunitas Adat Laman Kinipan, Effendi Buhing juga diciduk.

 

Mereka ditangkap karena berani melawan pengusaha kelapa sawit. Mereka menolak perluasan kebun sawit PT Sawit Mandiri Lestari (SML) yang membabat hutan adat milik masyarakat Kinipan.

 

Koalisi Keadilan Untuk Kinipan membeberkan daftar warga Kinipan yang ditangkap karena menolak perluasan kebun kelapa sawit.

 

Perwakilan Koalisi Keadilan, Dimas N. Hartono mengatakan, Ketua Adat Laman Kinipan Effendi Buhing dijemput paksa polisi di rumahnya di Desa Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, Rabu (26/8).

 

Ia menyebut Buhing sempat menolak dibawa oleh polisi karena penangkapan itu dianggap tidak berdasarkan alasan dan masalah yang jelas.

 

“Penangkapan terhadap dirinya (Effendi) tanpa didahului surat pemanggilan sebagai saksi,” kata Dimas dalam rilisnya, Rabu (26/8).


Dimas menyebut, meski ada penolakan, polisi tetap memaksa menangkap Effendi. Ia diseret dari dalam rumah menuju mobil hitam yang sudah disiapkan oleh polisi.

 

“Sementara di dekat mobil tersebut, terlihat polisi berseragam hitam dan bersenjata api laras panjang sedang berjaga,” kata Koalisi.

 

Sebelum penangkapan itu, Dimas menyebut telah terjadi eskalasi kekerasan, teror dan berbagai bentuk intimidasi menimpa masyarakat adat Laman Kinipan.

 

“Mulai dari penebangan hutan, penggusuran lahan, upaya mengkriminalisasi Kepala Desa, penangkapan terhadap 4 orang warga, hingga penangkapan terhadap Riswan,” kata Dimas.

 

Riswan sendiri merupakan anggota Komunitas Adat Laman Kinipan. Ia ditangkap pada Sabtu (15/8).

 

Aparat kepolisian mendatangi rumah Riswan di Kinipan dan langsung membawa Riswan ke Rumah Kepala Desa Kinipan, Willem Hengki.

 

Di kediaman Kepala Desa Kinipan, aparat kepolisian menyebut bahwa mereka ingin meminta klarifikasi dari Riswan terkait kegiatan warga Kinipan pada 23 Juni 2020, di hutan pada sekitar tempat perusahaan bekerja.

 

Pada sore itu juga aparat sempat memaksa Willem Hengki dan Riswan untuk berangkat bersama mereka ke Kantor Polsek Delang namun ditolak oleh Willem Hengki. Sebab, tidak ada surat pemanggilan yang sampaikan oleh aparat kepolisian kepada Riswan dan Kepala Desa sebagai landasan mereka meminta klarifikasi tersebut.

 

Lalu pada Minggu (16/08), Riswan bersama Kepala Desa Kinipan, menjalani pemeriksaan di kantor Polres Lamandau di Nanga Bulik, dari pemeriksaan tanpa didampingi penasehat hukum tersebut, Riswan akhirnya dibawa ke kantor Polda Kalimantan Tengah.

 

Adapun Willem Hengki diperbolehkan pulang oleh penyidik untuk menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga Riswan.

 

Riswan lalu ditetapkan menjadi tersangka oleh oleh aparat. Ia dituduh melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 KUHPidana.

 

Atas dasar penangkapan Effendi Buhing, Riswan dan beberapa warga lainnya, Dimas mendesak Polda Kalimantan Tengah segera membebaskan mereka semua.

 

Dimas juga meminta penghentian upaya kriminalisasi terhadap pada Tetua, Tokoh, Masyarakat Adat dan Pejuang Lingkungan yang mempertahankan Hak, Hutan, Wilayah Adat dan Ruang Hidup mereka dari ancaman alih fungsi kawasan.

 

“Mendesak agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap izin PT Sawit Mandiri Lestari yang beroperasi di wilayah adat Kinipan,” kata Koalisi.

loading...