Presiden Prancis Perlakukan Presiden Lebanon Seperti Jajahannya, Disuruh Pergi Saat Jumpa Pers - SWARAKYAT MEDIA

Presiden Prancis Perlakukan Presiden Lebanon Seperti Jajahannya, Disuruh Pergi Saat Jumpa Pers

Presiden Prancis Perlakukan Presiden Lebanon Seperti Jajahannya, Disuruh Pergi Saat Jumpa Pers


SWARAKYAT.COM - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menjadi pemimpin asing pertama yang mengunjungi Lebanon pasca ledakan di Beirut.

 

Macron datang ke Lebanon pada Kamis (6/8/2020), dua hari pasca ledakan besar di pelabuhah Beirut (Selasa, 4/8/2020) yang menewaskan sedikitnya 158 orang dan melukai sekitar 6.000 orang.

 

Kenapa Presiden Prancis langsung datang ke Lebonon? Karena Lebanon dulunya adalah jajahan Prancis (1923-1946) pasca keruntuhan Turki Utsmani (Ottoman Empire).

 

Dulunya Lebanon (juga Suriah, Palestina, yang dikenal dengan sebutan Syam) adalah wilayah Turki Utsmani.

 

Saat kedatangan Emmanuel Macron ke Lebanon ini, style negeri penjajah masih melekat.

 

Ada kejadian yang kemudian menjadi sorotan luas publik dunia, dimana Presiden Prancis Emmanuel Macron memperlakukan Presiden Lebanon seperti "jajahannya".

 

Dalam video yang luas beredar di sosil media... Presiden Prancis Emmanuel Macron dan para pembantunya meminta Presiden Lebanon Michel Aoun menyingkir sebelum Macron memberikan pernyataan kepada pers.

 

Biasanya tamu asing akan ditemani tuan rumah saat memberikan pernyataan pers. Tapi ini tidak, si tamu asing (Macron) ini gak mau ada tuan rumah (Presiden Lebanon) untuk disorot kamera. Maunya dia sendiri yang jadi sorotan kamera.

 

Dalam rekaman video yang dibagikan di media sosial, Macron dan Aoun, dikelilingi oleh para pembantu dan petugas keamanan, terlihat berjalan keluar dari sebuah gedung di Lebanon.

 

Pembantu Macron memberi tahu presiden Lebanon untuk mundur, sementara presiden Prancis mengatakan kepadanya, "Sampai jumpa, Tuan Presiden."

 

Banyak pengguna di Twitter mengecam Macron menyebut tindakan itu "memalukan".

 

"Exactly, that is a humiliation with a sole word and one of the clear indicators of how these colonialists still see such African countries which they had for decades exploited."

 

"Tepatnya, itu adalah penghinaan dengan satu kata ("see you"/sampai jumpa) dan salah satu indikator yang jelas tentang bagaimana para penjajah ini masih melihat negara-negara Afrika yang telah mereka eksploitasi selama beberapa dekade," ujar @engintarhan.

 

"Ini sangat tidak bisa diterima. Apakah mereka ada di sana untuk mengambil alih negara? Ini tidak akan semudah yang mereka bayangkan. Begitu banyak untuk kolonialisme, tidurlah kembali Tuan Macron, impian Anda tidak akan menjadi kenyataan," tulis @tarihvetefekkur.

 

[Video]


loading...