Tolak Tawaran Kursi Menhan, Gatot Nurmantyo: Ini Terkait Moral dan Etika - SWARAKYAT MEDIA

Tolak Tawaran Kursi Menhan, Gatot Nurmantyo: Ini Terkait Moral dan Etika

Tolak Tawaran Kursi Menhan, Gatot Nurmantyo: Ini Terkait Moral dan Etika


SWARAKYAT.COM - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyatakan dirinya sempat ditawari oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi menteri pertahanan, namun dia tolak.

 

Hal itu disampaikan Gatot saat dirinya diundang dalam tayangan eTalk Show di TvOne, Kamis (20/8/2020) lalu.

 

Gatot mengaku dirinya memang sempat ditawari jabatan menteri untuk menggantikan Ryamizard Ryacudu.

 

"Saya pernah ditawari, zamannya Pak Jokowi, menjadi Menteri Pertahanan menggantikan Pak Ryamizard," ungkap mantan Pangkostrad itu.

 

Meskipun mengapresiasi tawaran itu, Gatot menegaskan ia menolak.

 

"Saya nolak. Saya bilang, 'Tidak ada satu pun Panglima TNI tidak bermimpi menjadi menteri pertahanan, tetapi sisa waktu saya di Panglima TNI saya akan menularkan tentang moral dan etika'," paparnya.

 

Sikap menolak jabatan itu terkait moral dan etika.

 

Ia mengungkapkan alasannya menolak jabatan tersebut waktu itu.

 

Gatot menjelaskan sebelumnya ia merasa selalu terkesan bertentangan dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang saat itu menjabat.

 

Gatot beralasan ada perintah yang sempat ia tentang dari Menteri Pertahanan ketika itu.

 

"Selama ini di media seolah saya bermusuhan dengan Menteri Pertahanan karena saya diajak latihan di Laut China Selatan dengan tentara China, saya tidak mau," paparnya.

 

"Itu saya membela pemerintah, karena pemerintah mengatakan di Laut China Selatan harus kondusif. Kalau latihan 'kan enggak kondusif. Makanya kayak marah gitu, padahal enggak ada apa-apanya," jelas Gatot.

 

Oleh karena itu, ia merasa harus menolak tawaran Jokowi karena tidak ingin terkesan menginginkan jabatan.

 

"Kalau saya terima, seolah-olah kalau kamu ingin jabatan sogok atasanmu supaya atasanmu digantikan," ungkap Gatot.

 

Dalam kesempatan itu Gatot juga membantah dirinya memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

 

Jenderal Gatot juga menyampaikan kenapa sekarang mengkritik pemerintah.

 

"Harus berani," tegasnya.

 

Simak selengkapnya video..

loading...