Fadli Zon Desak Jokowi Copot Menag: Ucapannya Islamophobia dan Picu Perselisihan! - SWARAKYAT NEWS

Fadli Zon Desak Jokowi Copot Menag: Ucapannya Islamophobia dan Picu Perselisihan!

Fadli Zon Desak Jokowi Copot Menag: Ucapannya Islamophobia dan Picu Perselisihan!



SWARAKYAT.COM - Politisi Gerindra Fadli Zon mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencopot Fachrul Razi dari kursi Menteri Agama.


Menurut Fadli, pernyataan Fachrul sering menimbulkan kecurigaan, salah paham, perselisihan atau malah Islamophobia.


“Menteri Agama ini pernyataan-pertanyataannya sering menimbulkan kecurigaan, salah paham, perselisihan atau malah Islamophobia. Sebaiknya menteri ini diganti saja Pak @jokowi,” tulis Fadli di akun Twitter @fadlizon menanggapi tulisan bertajuk “Menag Sebut Radikalisme Masuk Masjid Lewat Anak Good Looking”.


Dalam webinar bertema ‘Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara’, di kanal Youtube Kemenpan RB (02/09), Menag Fachrul membeberkan cara masuknya kelompok maupun paham-paham radikalisme ke masjid-masjid yang ada di lingkungan pemerintahan, BUMN, dan di tengah masyarakat.


Salah satunya dengan menempatkan orang yang memiliki paham radikal dengan kemampuan keagamaan dan penampilan yang tampak mumpuni.


“Caranya masuk mereka gampang; pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan Bahasa Arabnya bagus, hafiz (hafal Alquran), mereka mulai masuk,” kata Fachrul.


Pemikir Islam Ustadz Hilmi Firdausi membantah tudingan Fachrul. Menurut Ustadz Hilmi, tidak ada yang salah dengan anak good looking dalam beragama.


“Apa salah anak good looking Pak ? Saya pingin anak-anak dan santri saya good looking, berakhlaq, hafal Qur’an dll namun tetap menyebarkan Islam yang rahmatan lil’alamiin. Semua ortu juga saya pikir demikian. Btw, apa saya juga harus berubah jadi bad boy biar ga dibilang radikal?,” tulis Ustadz Hilmi di akun @Hilmi28.


@Hilmi28 menambahkan: “Saya berkeliling Indonesia, menemukan banyak anak-anak “good looking”. Mereka santun, ilmu agamanya bagus, di lingkunganpun aktif. Warga sekitar menjadikan mereka contoh bagi pemuda-pemuda lain yang masih hobi nongkrong, mabuk dan maksiat lainnya. Ga ada radikalisme, yang ada malah Islam yang rahmatan lil ‘alamiin.”


Sindiran keras dilontarkan pemerhati politik Ovan Ghozali. “Mungkinkah paham radikal sekuler-liberal & komunis masuk Istana lewat orang-orang bad looking? Tolong dicek ya!,” tulis Ovan di akun @ovan_ghozali1.