Ini Contoh Bupati Yang Berani Melawan Arus Politik - SWARAKYAT NEWS

Ini Contoh Bupati Yang Berani Melawan Arus Politik

Ini Contoh Bupati Yang Berani Melawan Arus Politik



SWARAKYAT.COM - Sebelas partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, sepakat akan melawan petahana Bupati Jember dr. Hj. Faida yang maju melalui jalur perseorangan (indpendent) dalam Pilkada Jember 2020.

 

Seperti diketahui Bupati Jember dr. Hj. Faida telah dimakzulkan oleh DPRD Jember pada 22 Juli 2020 lalu yang saat ini prosesnya masih belum selesai.

 

Hingga lebih dari satu bulan, DPRD Jember ternyata belum juga mengirim berkas materi pemakzulan terhadap Bupati Faida. Sesuai aturan, keputusan politik dari DPRD Jember untuk memecat bupati harus dikirim ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), untuk diputuskan secara hukum. Jika MA setuju dengan alasan parlemen tersebut, maka keputusan pemecatan terhadap bupati itu akan berkekuatan hukum tetap.

 

Saat dikonfirmasi, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi beralasan, berkas materi pemakzulan masih disusun oleh lembaganya. "Nanti pasti akan kita kirim," ujar Itqon saat ditemui, Selasa (01/09/2020), seperti dilansir merdeka.com.

 

Di tengah proses pemakzulan, beredar viral pernyataan Bupati Jember Faida terkait pencalonannya di Pilkada 2020 ini.

 

Dalam video itu Faida menyatakan sebagai petahana akhirnya maju lewat jalur independent karena tidak mendapat dukungan/rekomendasi (Rekom) dari partai-partai yang memiliki kursi di DPRD.

 

“Kalau dalam pilkada itu mencari rekom (rekomendasi partai) saja perlu uang bermiliar-miliar, sementara gajinya bupati semua orang tahu rata-rata Rp 6 juta, dengan biaya yang puluhan miliar itu, saya pastikan sulit untuk menjadi pemimpin yang tegak lurus,” kata Bupati Faida.

 

“Apabila mengawali pencalonan di pilkada dengan cara-cara yang kurang terhormat: membeli kesempatan, membayar kepercayaan, itu bukan suatu awalan yang baik dan saya meyakini tidak akan mendapat rido dari Allah SWT,” ujarnya.

 

Bahkan 11 partai yang memiliki kursi DPRD sepakat untuk melawan Faida.

 

Sebelas parpol itu yakni PKB (8 kursi), Nasdem (8 kursi), PDIP (7 kursi), Gerindra (7 kursi), PKS (6 kursi), PPP (5 kursi), Golkar (2 kursi), PAN (2 kursi), PD (2 kursi), Perindo (2 kursi), dan Partai Berkarya (1 kursi).

 

Bupati Faida akhirnya berhasil mengumpulkan dukungan rakyat untuk maju lewat jalur independent tanpa biaya sepeserpun.

 

“Dari 121 ribu suara minimal yang dipersyaratkan dari KPU, dalam sepuluh hari, relawan kami berhasil mengumpulkan 250 ribu suara, dan kami hanya sempat memasukkan dalam Silon (Sistem Informasi Pencalonan) KPU (sebanyak) 180 ribu (dukungan),” kata Faida.

 

Faida memastikan tidak ada suara dukungan yang dibayar. “Ini menunjukkan masyarakat Jember semakin dewasa dan semakin sehat dalam pilkada,” ujarnya.

 

Faida yang berpasangan dengan Dwi Arya Nugraha Oktavianto sudah dinyatakan lolos verifikasi faktual oleh KPU.

 

Selanjutnya pasangan Faida-Vian dapat mendaftarkan diri sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Jember 2020 bersama pasangan calon yang maju dari partai politik pada 4-6 September 2020.

 

[Video - Pernyataan Bupati Faida]