SWARAKYAT.COM - Pernyataan Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang mengaku mengendus kebangkitan PKI, terus menuai kontroversi.
Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago mengatakan ada hal membahayakan bagi negara dibanding ketakutan Gatot Nurmantyo terhadap PKI gaya baru.
Hal yang saat ini membahayakan negara, kata Irma, adalah
organisasi kemasyarakatan (ormas) yang ingin mengganti Pancasila.
Hal ini dikatakan Irma menanggapi isu kebangkitan PKI gaya
baru sebagaimana disampaikan Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo menjelang
peringatan pengkhianatan G30S PKI, 30 September mendatang.
“Pertama saya mau bilang bahwa saat ini yang berbahaya bagi
bangsa dan negara ini adalah ormas-ormas yang ingin mengganti pancasila,” kata
Irma kepada jpnn.com, Sabtu (26/9).
Namun mantan Anggota DPR RI ini tidak secara eksplisit menyebut
orma-ormas tersebut.
Irma hanya mengatakan ormas-ormas tersebut sama berbahayanya
dengan PKI, karena dengan mengganti Pancasila berarti juga tidak mengakui
Bhinneka Tunggal Ika.
“Jika tidak mengakui Bhinneka Tunggal Ika artinya mereka
ingin membubarkan NKRI,” lanjut perempuan kelahiran Metro, Lampung, pada 6
Oktober 1965 ini.
Irma kemudian menegaskan bahwa PKI atau Partai Komunis
Indonesia adalah organisasi politik terlarang.
Hal itu mengacu Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
Sementara Republik Indonesia (TAP MPRS RI) Nomor XXV/MPRS/1966 Tahun 1966
Tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia.
TAP MPRS itu juga melarang tumbuh dan berkembangnya ajaran
Komunisme, Marxisme dan Leninisme.
“Partai Komunis Indonesia adalah partai terlarang, sudah
tentu tidak akan ada yang berani membentuknya kembali karena pasti akan
berhadapan dengan rakyat dan TNI,” tegas Irma.
Mantan Anggota Komisi IX DPR ini mengatakan saat ini hampir
tidak ada lagi negara yang menganut sistem komunis kecuali Korea Utara dan
China.
“China pun hanya bentuk pemerintahannya yang komunis, tetapi
lihat saja praktik ekonominya sudah sangat kapitalis. Hanya Korut yang masih
bertahan dan bisa dilihat bagaimana sengsaranya kehidupan mereka. Uni Soviet
hancur,” tutur Irma.
Terakhir, anggota DPR RI periode 2014-2019 ini menegaskan
bahwa PKI memang harus diwaspadai, tetapi bangsa ini juga tak boleh lengah
terhadap bahaya ormas-ormas dan organisasi politik lain yang juga ingin
mengganti Pancasila.
“Kita memang harus waspada tidak hanya dengan PKI, tetapi
juga dengan ormas-ormas yang punya tujuan sama dengan PKI, yaitu ormas dan
partai jika ada yang menolak Pancasila,” pungkas Irma.