Warga di Banjarmasin Kena Denda Gegara Lepas Masker saat Meludah - SWARAKYAT NEWS

Warga di Banjarmasin Kena Denda Gegara Lepas Masker saat Meludah

Warga di Banjarmasin Kena Denda Gegara Lepas Masker saat Meludah

SIDANG DI TEMPAT – Seorang warga menjalani sidang yustisi di tempat, di kawasan Pasar Sentra Antasari, Kamis (17/9). Ia terjaring razia akibat melanggar protokol kesehatan berdasarkan Perwali Banjarmasin Nomor 68 Tahun 2020.


SWARAKYAT.COM - Upaya penegakan Pe­ra­turan Walikota (Perwali) Banjarmasin Nomor 38 Tahun 2020, yang berisi penegakan hu­kum dan disiplin protokol kesehatan, te­rus di­gen­car­kan aparat gabungan di kota ini.

 

Yang menarik, pelanggar perwali tersebut tidak semuanya mengakui kesalahannya. Di antaranya ada yang tidak terima disanksi oleh petugas. Insiden tersebut terjadi di kawasan Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Kamis (17/9).

 

Salah satu terduga pelanggar, Muhammad Yudistira, kedapatan tak memakai masker saat petugas gabungan menggelar razia penegakan Perwali Nomor 38 Tahun 2020.

 

Pria yang mengaku berasal dari Martapura, Kabupaten Banjar itu membantah hal tersebut. Saat itu, katanya, tujuannya ke Pasar Sentra Antasari untuk berbelanja. Dia berdalih bahwa saat itu hanya melepas masker untuk meludah.

 

“Tapi saat itu petugas datang, dan langsung membawa saya,” ujar Yudistira saat ditanya, usai kena sanksi yang dituntut jaksa, serta vonis dijatuhkan hakim dalam sidang di tempat.

 

Adu mulut sempat terjadi antara Yudistira dengan petugas di lapangan. Warga Martapura yang satu ini mencoba diberi pemahaman dan penjelasan dari petugas.

 

Tak lama berselang, Yudistira akhirnya luluh. Ia pun diminta memilih sanksi yang harus dijalaninya. Antara sanksi membersihkan fasilitas umum atau membayar denda maksimal Rp 100 ribu. “Saya membayar denda saja. Karena ingin bergegas,” ujarnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarmasin, Fathurrahim menjelaskan pelanggaran yang dialami Yudistira bukan hanya tak memakai masker. “Dia ditangkap petugas saat buka masker dan meludah,” kata Fathur.

 

Selain tak memakai masker, Fathurrahim menuturkan, meludah di tempat umum juga dilarang. Terlebih di tengah masa pandemi seperti ini, air ludah seseorang berpotensi menjadi sumber penularan virus corona.

 

“Kita tidak tahu saat itu dia terkena Covid atau enggak. Ludah yang dia keluarkan itu kan di tempat umum. Itu yang membahayakan,” imbuhnya.

 

Delapan Pelanggar

 

Sebanyak delapan pelanggar terjaring razia, dalam operasi yustisi yang digeber aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP Kota Banjarmasin di kawasan Pasar Sentra Antasari, menindaklanjuti penerapan Perwali Nomor 68 Tahun 2020.

 

Warga yang melanggar protokol Covid-19 langsung disidang tindak pidana ringan (tipiring) di tempat. Sebuah tenda pun disulap sebagai tempat untuk melaksanakan sidang.

 

Berdasar pantauan, dari delapan pelanggar yang terjaring, dua di antaranya menjalani sidang online melalui videocall Whatsapp. Kedua pelanggar itu terjaring di kawasan Banjarmasin Barat.

 

Hakim Sidang Yustisi dari Pengadilan Negeri Banjarmasin, Heru Kuncoro mengatakan, para pelanggar yang terjaring itu diberikan pilihan. Apakah memilih membayar denda Rp 50 ribu atau sanksi sosial berupa membersihkan tempat umum selama 10 menit. “Banyak yang memilih bayar (denda),” kata Heru Kuncoro.

 

Berdasar catatan, hingga Kamis siang total ada 8 pelanggar yang terjaring. Dari sebanyak itu, hanya satu yang memilih sanksi membersihkan tempat umum. Sisanya, lebih pilih bayar denda.

 

Operasi yustisi akan terus dijalankan aparat gabungan, terutama di titik-titik keramaian publik di Banjarmasin. Sebelum bergerak, puluhan petugas menggelar apel gabungan di halaman utama Pasar Sentra Antasari. Apel pada Kamis pagi itu dipimpin langsung oleh Gubernur Sahbirin Noor beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel.

 

Operasi yustisi ini bakal terus berlangsung sampai masa Peraturan Walikota Banjarmasin Nomor 68 Tahun 2020 berakhir pada 28 September nanti.