Aneh, Ada Pintu “Khusus” di Tol Pekanbaru-Dumai Di Tengah Perkebunan Sawit Milik Para Cukong - SWARAKYAT NEWS

Aneh, Ada Pintu “Khusus” di Tol Pekanbaru-Dumai Di Tengah Perkebunan Sawit Milik Para Cukong

Aneh, Ada Pintu “Khusus” di Tol Pekanbaru-Dumai Di Tengah Perkebunan Sawit Milik Para Cukong



SWARAKYAT.COM - Peresmian Tol sepanjang 131,5 kilometer, yang membentang dari Pekanbaru-Dumai atau sebaliknya, oleh Presiden Joko Widodo, ternyata menyisakan “kegetiran” kepada warga setempat.

 

Pasalnya jalan tol yang masuk dalam rencana Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang, 2.878 Kilometer, ternyata melewati ruang hidup bagi hewan liar di Sumatera.

 

Bahkan warga mencurigai jika keberadaan jalan tol yang menelan biaya sebesar Rp. 12,18 triliun ini, hanyalah untuk “memanjakan” para pengusaha sawit di Sumatera, khususnya di Riau (Pekanbaru-Dumai). Bukan sepenuhnya untuk keperluan masyarakat Pekanbaru-Dumai.

 

“Peresmian tol Pekanbaru-Dumai (Permai) dilakukan hari ini oleh bpk presiden @jokowi Gmn guys, mantapkan sawitnya?” tulis akun @Ayepsdarmawan menyinggung jalan tol, yang memperlihatkan jalur keluar dan masuk di tengah-tengah perkebunan Sawit, melalui hasil foto dari udara.

 

“Nah…kita liat aja ntar. Mudah2an ga ada harimau sumatera lagi nyebrang trus ketabrak ama Vellfire kaya di tol pelabuhan.” tulis @SUSU_UNTUK_TAKA

 

“kasian satwa sawitnya aku mah kak, bisa aja ketabrak pengendara karna jalur habitatnya kepotong jln tol..” @desyanaps

 

“Habis diresmikan dijual.. buat nutup utang…. ini namanya orang gila tanpa gejala...” @ardy24826905

 

Presiden Jokowi sendiri memang menyinggung soal keberadaan jalan tol Pekanbaru-Dumai ini untuk mempermudah angkutan sawit, yang banyak dimiliki oleh para cukong-cukong kaya.

 

“Aktifitas ekonomi bisa lebih efisien, contohnya truk untuk mengangkut sawit, dan angkutan logistik lainnya lebih mudah dan cepat,” ujar Jokowi, dan menambahkan agar penggunaan jalan tol ini dapat dimanfaatkan dan dijadikan modal untuk peluang usaha.

 

Dari data yang ditemukan, para pemilik kebun sawit di Riau, ternyata memang dimiliki oleh para cukong-cukong kaya, sebut saja, Grup Salim, yang menjalankan bisnis kelapa sawitnya melalui Indofood Resources Ltd, termasuk lahan kelapa sawit mereka di Riau.

 

Kemudian ada salah satu orang kaya Indonesia lainnya, bernama Ciliandra Fangiono, dan terkenal di masyarakat Riau, Ciliandra merupakan CEO First Resources Ltd, perusahaannya tercatat di bursa efek Singapura dan menguasai ratusan ribu hektar lahan sawit di Indonesia, termasuk di Riau.


Kemudian pengusaha lainnya, Sukanto Tanoto yang memiliki usaha Grup Royal Golden Eagle International (RGEI), dulunya bernama Raja Garuda MAs, dan berbasis di Singapura. Melalui anak usahanya, Asian Agri, Sukanto menguasai ribuan hektar kebun sawit di Riau dan Sumatera Utara.

Terkini