Bahaya Nih! Ruangguru Coba Kaburkan Sejarah "Dalang Gerakan 30 September Bukan PKI" - SWARAKYAT NEWS

Bahaya Nih! Ruangguru Coba Kaburkan Sejarah "Dalang Gerakan 30 September Bukan PKI"

Bahaya Nih! Ruangguru Coba Kaburkan Sejarah "Dalang Gerakan 30 September Bukan PKI"



SWARAKYAT.COM - LBH Street Lawyer bersama kliennya, Irvan Noviandana melayangkan somasi kepada PT. Ruang Raya Indonesia atau Ruangguru. Somasi ini dilakukan karena website Ruangguru memuat artikel soal PKI “Bentuk-bentuk Ancaman Disintegrasi Bangsa Indonesia”.

 

Dalam artikel yang ditulis Fahri Abdillah itu menyebutkan bahwa untuk Konflik G30S PKI sendiri, sampai saat ini masih belum jelas siapakah yang salah dan siapa yang menjadi korbannya. Selain itu, dalam artikel “Apa yang Terjadi pada 30 September Hingga 1 Oktober 1965 dari Berbagai Sudut Pandang” ada komentar Ruangguru yang mempertanyakan kebenaran film G30S/PKI.

 

“Ternyata di dalam artikel tersebut tidak menuliskan pelaku dari Gerakan 30 September, fakta sejarah menyatakan bahwa pelaku dari Gerakan 30 September adalah Partai Komunis Indonesia (PKI),” kata Anggota LBH Street Lawyer, Sumadi Atmadja, Senin (28/09/2020).

 

Sumadi menyebutkan bahwa artikel tersebut sangat menyesatkan sejarah bangsa Indonesia. Sebab, jelas bahwa yang menjadi korban dari peristiwa G30S/PKI saat itu adalah 10 Pahlawan Revolusi dan Umat beragama Indonesia. Serta pelaku dari peristiwa G30S/PKI adalah Partai Komunis Indonesia.

 

“Artikel ini membuka peluang menjadikan Negara dalam hal ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai pihak yang disalahkan atas keganasan dan kesadisan pengkhianatan G30S/PKI. Sehingga berpotensi menimbulkan konflik horizontal baru,” tuturnya.

 

Menurutnya, tulisan tersebut telah memenuhi unsur Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Presiden Republik Indonesia dan Pasal 28 jo Pasal 45a ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik.


Oleh sebab itu, kata dia, kami menuntut kepada PT. Ruang Raya Indonesia (Ruangguru) untuk mengubah artikel tersebut sesuai dengan fakta sejarah yang sebenarnya meminta maaf kepada Masyarakat Indonesia secara terbuka.

“Jika dalam waktu 3 x 24 jam semenjak somasi terbuka ini diterima, dan PT. Ruang Raya Indonesia (Ruangguru) tidak memberikan tanggapan atau tidak memenuhi tuntutan kami, maka klien kami tidak memiliki pilihan kecuali menempuh upaya hukum,” tukasnya.



Terkini