Deretan Kritikan Tajam Gus Nur ke Rezim Jokowi, Tak Ada Takut-takutnya! - SWARAKYAT NEWS

Deretan Kritikan Tajam Gus Nur ke Rezim Jokowi, Tak Ada Takut-takutnya!

Deretan Kritikan Tajam Gus Nur ke Rezim Jokowi, Tak Ada Takut-takutnya!

 


SWARAKYAT.COM - Penceramah agama Sugi Nur Raharja atau Gus Nur telah mendekam di sel Bareskrim Polri setelah ditangkap pada Sabtu dini hari 24 Oktober 2020 di Malang Jawa Timur. 


Omongan pedas Gus Nur pada NU membuatnya ditangkap karena dalam kaitan dugaan penghinaan pada Nahdlatul Ulama (NU).




Nah kalau kamu telusuri, Gus Nur tergolong ceplas-ceplos dalam mengkritik pada rezim. Gus Nur bicara kadang terkesan kasar dalam menyampaikan kritiknya.




Namun demikian, kritikan pedasnya itu tak membuat Gus Nur takut ditangkap polisi. Penceramah agama itu sudah dua kali berurusan dengan polisi dan diadili di pengadilan. 




Dia nggak kapok sebab merasa apa yang disampaikannya adalah benar.




Nah kamu yang penasaran, berikut ini omongan pedas Gus Nur pada rezim Jokowi.




Lengserkan Jokowi Soal Omnnibus Law




Gus Nur ikut terjun turun jalan lho menentang pengesahan Omnibus Law. Pada demo tolak Omnibus Law pada 13 Oktober lalu, Gus Nur naik di atas mobil komando peserta aksi, dari atas mobil komando dia berorasi pedas ke rezim Jokowi.




“Ada kabar buruk. Kabar buruknya begini, rezim ini siap mati demi omnibus law. Tapi, rezim ini lupa bahwa kita siap mati demi rakyat,” ujarnya.




Dia mengatakan rezim ini sudah tutup mata dengan aspirasi rakyatnya. Gus Nur pun meyakini mau didemo banyaknya berapa pun, rezim Jokowi bakal terus melanjutkan Omnibus Law.




“Sebenarnya, mau didemo 10 juta orang rezim ini bergeming. Tapi, enggak apa-apa. Kita tunggu tanggal mainnya. Rezim akan mati. Indonesia sakit dan nggak ada obatnya. Nggak bisa sembuh. Obatnya ada. Gus Nur gimana caranya Indonesia ini berubah? Lengserkan Jokowi,” ujar Gus Nur dikutip dari kanal Munjiat Channel.


Rezim laknatullah


Dalam podcast di kanal Youtube Refly Harun, Gus Nur menyampaikan rezim Jokowi adalah rezim yang laknatullah, tak ada baiknya makanya dia mengatakan demikian rezim ini dilaknat Allah.




“Kalau Bang Refly tanya bagaimana rezim ini, di mata saya enggak ada baiknya. Jelek. Laknatullah. Ini saya loh, saya pertanggungjawabkan di hadapan hukum Allah, di hadapan hukum negara,” tegas dia.




Gus Nur mengaku dulunya bita dan merem politik di Indonesia. Namun akhirnya dia sadar, umat Islam harus melek politik supaya rezim penguasa tidak semenaa-mena mengelola pemerintahan Indonesia.




“Saya dulu sama kayak orang, saya nggak urus politik. Buta politik. Siapa pun presidennya? Terserah. Dulu saya hanya sibuk dakwah, cari nafkah keluarga. Sudah. Nggak mau tahu politik. Nah, tiba-tiba lahir rezim seperti ini, ada Abu Janda, Denny Siregar, ada Jokowi, ada Luhur Binsar Pandjaitan,” sebut Gus Nur diberitakan Suara.com.




Omongan pedas Gus Nur soal BPJS




Masih ingat dengan BPJS dinaikkan pemerintah? Nah Gus Nur mengkritik keras langkah pemerintah ini di akun Youtubenya.




Dia membandingkan sikap rezim Jokowi yang semena-mena pada Habib Bahar selepas bebas dari bui dengan langkah ugal-ugalan rezim Jokowi menaikkan iuran BPJS Kesehatan.




“Demi Allah yang meresahkan masyarakat itu bukan Habib Bahar. Demi Allah yang meresahkan masyarakat itu BPJS-nya naik. Coba perhatikan masyarakat sekitar, mereka semua kisruh carut marut, ekonomi, perdagangan, sosial politik bukan karena Habib Bahar. Perekonomian merosot bukan karena Habib Bahar, masyarakat resah itu karena BPJS-nya naik,” jelas Gus Nur dalam video Munjiat Channel dikutip Kamis 21 Mei 2020.




Dia menyindir rezim pemerintahan saat ini beserta anggota DPR yang mengkhianati amanat untuk menyejahterakan rakyat. Jadi apa yang dilakukan Habib Bahar menurutnya tak meresahkan.




“Habib Bahar enggak meresahkan, yang ngomong gitu itu orang munafik. Habib Bahar ceramah di depan umatnya dan mereka senang kok,” tuturnya.




Menurutnya biang keresahan masyarakat saat ini adalah rezim pemerintahan saat ini. Sudah jelas kondisi sedang sulit karena pandemi Covid-19, lha kok rezim pemerintahan malah menaikkan iuran BPJS, mudik dilarang namun TKA masuk terus ke Indonesia.




Omongan pedas Gus Nur: Rezim penuh bohong




Dalam podcast di Youtube Refly Harun, Gus Nur berpandangan bahwa rezim sekarang banyak dusta dan kebohongan yang ditunjukkan oleh pemerintah secara terang-terangan.




“Di mata saya, tiada hari tanpa bohong. Tiada hari tanpa nipu, rezim ya. Tiada hari tanpa dusta, di depan mata kalau bahasa Jawa istilahnya cetho welo-welo, transparan bohongnya,” ujar Gus Nur.




Saat ditanya Refly tentang hal yang paling memprihatinkan mengenai negara saat ini, Gus Nur mengatakan semua hal yang mendasar soal negara memprihatinkan. 

Terkini