Gunakan Mobil Dinas TNI dan Mengaku Tentara Aktif, Warga Keturunan Ini Mengaku Hanya Bercanda - SWARAKYAT NEWS

Gunakan Mobil Dinas TNI dan Mengaku Tentara Aktif, Warga Keturunan Ini Mengaku Hanya Bercanda

Gunakan Mobil Dinas TNI dan Mengaku Tentara Aktif, Warga Keturunan Ini Mengaku Hanya Bercanda



SWARAKYAT.COM - Seorang warga keturunan menggunakan mobil dinas TNI AD dengan plat nomor 3688-34 di Jakarta, belum lama ini, menjadi perbincangan warganet (netizen). Mobil Fortuner warna hijau tersebut biasanya di TNI AD digunakan oleh perwira menengah (pamen) dengan pangkat Kolonel.

 

Dalam video yang viral, orang yang memakai kaus oblong warna putih dan celana pendek tersebut turun dari mobil menuju ke sebuah warung untuk membeli makanan. Sontak kedatangan orang itu menghebohkan warga sekitar yang langsung merekam sebagai bukti penyalahgunaan penggunaan mobil dinas.

 

Hanya saja, warga keturunan itu pada awalnya mengaku sebagai anggota TNI. 


X: "Pak itu mobil siapa?"

 

Y: "Mobil saya!"

 

X: "Bapak tentara?"

 

Y: "Iya. Kenapa?"

 

X: "Memang anggota TNI aktif? Mana ID cardnya?"


“Kenapa lu tanya gua? Yang boleh tanya gua itu polisi militer,” ujar laki-laki tersebut sembari masuk mobil dinas TNI AD tersebut. 


Dari rekaman, terlihat di belakang pengemudi terdapat pakaian dinas harian (PDH) TNI AD dengan tanda kepangkatan Kapten.

Ketika didesak, kemudian laki-laki yang sudah berumur dan didampingi istrinya di dalam mobil tersebut akhirnya mengaku kalau bukan prajurit TNI AD aktif. Dia menyebut, pengakuan sebagai tentara hanya candaan belaka. “Bukan anggota gua. Saya bercanda,” jawab laki-laki tersebut.

 

Tak lama kemudian, laki-laki tersebut menutup kaca mobil dan pergi meninggalkan si perekam video. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Nefra Firdaus sempat menyebut, jika kasus itu ditangani Pusat Polisi Militer AD (Puspomad).

 

Hanya saja, Kepala Penerangan (Kapen) Puspomad Letkol Cpm Dwi Indra Wirawan mengatakan, masalah itu masih diselidiki Puspomad. "Mohon waktu ya Mas," kata Indra kepada Republika pada Sabtu (3/10).

Terkini