Innalillahi! Wakil BEM UNIDAYAN Baubau Diduga Tertembak dalam Aksi Demo Tolak Omnibus Law - SWARAKYAT NEWS

Innalillahi! Wakil BEM UNIDAYAN Baubau Diduga Tertembak dalam Aksi Demo Tolak Omnibus Law

Innalillahi! Wakil BEM UNIDAYAN Baubau Diduga Tertembak dalam Aksi Demo Tolak Omnibus Law



SWARAKYAT.COM - Demo penolakan pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja berakhir dengan kericuhan di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara.

 

Dalam aksi bentrok tersebut dilaporkan seorang mahasiswa tertembak di bagian lengan kirinya.

 

Korban mahasiswa tersebut bernama Nur Sya’ban. Dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Dyaanu Ikhsanuddin.

 

Nur Sya’ban diduga tertembak pada Jumat (9/10/2020) ketika aksi demonstrasi penolakan UU Omnibus Law berujung ricuh di depan Kantor DPRD Kota Baubau.

 

Ketua Tim Advokasi Kebebasan Berpendapat Kota Baubau Agung Widodo mengungkapkan bahwa aksi unjuk rasa awalnya berlangsung aman dan damai.

 

Namun Agung menduga jika kemudian ada penyusup yang masuk lewat barisan massa aksi yang memprovokasi kericuhan.

 

Massa aksi yang semakin riuh membuat aparat keamanan terpaksa menembakkan gas air mata untuk mengatasi situasi.

 

Saat itu masa berhamburan mundur, termasuk korban yang langsung merasakan sakit pada bagian lengannya ketika massa mundur.

 

“Korban bersama masa lainnya mundur. Ternyata korban sudah terkena (peluru), ada bulatan di bagian lengan kiri,” ujar Agung.

 

Agung kemudian mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan media, kedalaman luka korban sekitar 0,5 cm dengan diameter 0,1 cm.

 

Agung menduga korban terkena peluru karet yang digunakan oleh aparat kepolisian.

 

“Jadi kalau dugaannya begitu. Namun yang tercantum di BAP yang saat ini masih diperiksa tertulis pelaku belum diketahui. Maka dari itu kami semua juga masih menunggu tindakan hukum dari pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan,” jelas Agung.

 

Lebih lanjut, Agung juga menuturkan jika tim kuasa hukum telah memasukkan laporan resmi ke Mapolres Kota Baubau.

 

Dalam laporan tersebut tertulis penggunaan senjata untuk mengamankan aksi demonstrasi merupakan sebuah tindakan menyalahi Standar Operasional Prosedur (SOP).

 

“Senjata api kan seharusnya digunakan hanya ketika situasi benar-benar tak terkendali. Jadi senjata api tidak diperkenankan digunakan kecuali memang sangat mendesak sekali untuk melindungi nyawa seseorang,” tekan Agung.

 

Maka dari itu, Agung dan pihaknya meminta pihak kepolisian segera menggelar investasi secara efektif, independen dan menyeluruh untuk memproses tuntas kasus ini.

 

Di lain sisi, Kapolres Baubau AKBP Rio Chandra masih belum memberikan keterangan kepada awak media  ketika dimintai konfirmasi.

 

 “Belum. Tunggu nanti ya. Nanti saya hubungi,” ujar Kapolres via pesan singkat. [Democrazy/Lukman]