Langkah Skakmat Anies Baswedan Sukses, Istana Akhirnya Mengakui - SWARAKYAT NEWS

Langkah Skakmat Anies Baswedan Sukses, Istana Akhirnya Mengakui

Langkah Skakmat Anies Baswedan Sukses, Istana Akhirnya Mengakui



SWARAKYAT.COM - Kebijakan Anies Baswedan pada awal melakukan PSBB Total langsung diserang berbagai pihak, mulai dari para menteri, politikus, pengusaha kelas kakap, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 

Namun, setelah melihat fakta dan data di lapangan, Istana saat ini mengizinkan Gubernur DKI Jakarta memperpanjang PSBB Total hingga 11 Oktober mendatang.


Sepertinya langkah skakmat Anies Baswedan sangat ampuh, hingga membuat Istana akhirnya turut mendukung.

 

Hal tersebut terlihat dari Anies Baswedan yang turut membawa nama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

 

Keputusan untuk memperpanjang PSBB diambil berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta.

 

Opsi perpanjangan juga tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Nomor 959 Tahun 2020 yang mengatakan perlu dilakukan perpanjangan pembatasan selama 14 hari berikutnya jika kasus belum menurun secara signifikan.

 

Tidak hanya itu, Anies juga mengaku sudah koordinasi dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Anies pun mendapatkan izin dari Luhut.

 

Anies juga menjelaskan ada penambahan kasus covid-19 di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi meningkat. Sementara itu, kasus di Jakarta melandai.

 

Dia juga mengekaim informasi tersebut berasal dari laporan Luhut mengenai perkembangan kasus corona di Jakarta.

 

Menurut Anies, penyelesaian kasus corona di Jakarta tak bisa diselesaikan Pemprov DKI sendirian dan perlu penyesuaian kebijakan antar tiap wilayah.

 

“Sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan. Menko Marives juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu,” jelas Anies.

 

Pada periode PSBB, yakni 12 hari berikutnya, penambahan jumlah kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus.

 

“Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kami masih harus terus bekerja bersama untuk memutus mata rantai penularan,” jelasnya.

Terkini