Menhan Prabowo Memang Jago Diplomasi, Indonesia-Amerika Makin Mesra, Militer Indonesia Bakal Ditakuti Dunia - SWARAKYAT NEWS

Menhan Prabowo Memang Jago Diplomasi, Indonesia-Amerika Makin Mesra, Militer Indonesia Bakal Ditakuti Dunia

Menhan Prabowo Memang Jago Diplomasi, Indonesia-Amerika Makin Mesra, Militer Indonesia Bakal Ditakuti Dunia



SWARAKYAT.COM -  Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat bakal meningkatkan kerja sama di sektor pertahanan. Kesepakatan tersebut terlihat saat kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael R Pompeo.


"Dalam pertemuan, mereka sepakat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan," ujar Menlu RI.




Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dalam keterangan resmi, Kamis (29/10).




Hal itu akan dilakukan dalam berbagai kegiatan. Termasuk untuk belanja militer dalam rangka memenuhi standar minimum pertahanan.




"Termasuk penguatan kapabilitas pertahan dan pembelian militer untuk mencapai Minimum Essential Force (MEF)," terang Retno.




Selain itu dilakukan pula latihan bersama dan berbagi kemampuan. Serta kerja sama keamanan maritim untuk wilayah kawasan.




Asal tahu saja, Indonesia saat ini tengah menggenjot kerja sama pertahanan. 




Beberapa negara telah dikunjungi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk menjajaki kerja sama bidang pertahanan.




Selain Amerika Serikat, Prabowo juga menjajaki kerja sama dengan Perancis, Austria, dan Turki.




 Anggaran belanja Kementerian Pertahanan pun ditambah tahun 2021 mendatang untuk melakukan belanja tersebut.



Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengunjungi Amerika Serikat sejak 15-19 Oktober 2020. 




Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) Indonesia Fadli Zon menilai Prabowo memiliki kapasitas untuk memainkan kartu diplomasi dengan Amerika Serikat.




Anggota DPR RI Komisi I ini menilai, kunjungan Menteri Pertahanan RI tersebut ke Washington DC, AS memiliki sejumlah arti penting, baik bagi diplomasi pertahanan Indonesia, maupun bagi Prabowo.




Tak hanya itu, Fadli Zon pun memaparkan adanya sejumlah arti strategis dan taktis dari kunjungan tersebut, dari sisi diplomasi pertahanan. 




"Pertama, kunjungan tersebut akan meningkatkan kerjasama pertahanan Indonesia-AS ke level yang lebih tinggi. Sejak 2005, hubungan militer kedua negara telah mengalami proses normalisasi," kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (19/10/2020).




Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini mengungkapkan, hubungan kemitraan strategis antara kedua negara sebenarnya sudah terbentuk.




Hal ini dibuktikan oleh sejumlah komitmen kerjasama pertahanan yang telah berhasil dicapai, di antaranya adalah penyelenggaraan forum Indonesia-US Security Dialogue, International Military Education and Training (IMET), Foreign Military Financing (FMF), dan Foreign Military Sales (FMS).




Namun menurutnya, "kemitraan strategis bukanlah sesuatu yang 'Taken for granted',". Ia juga menyampaikan pentingnya jalinan komunikasi politik intensif guna merawat relasi antara kedua negara.




"Sebagai tokoh militer terdidik dan memiliki wawasan serta jaringan internasional luas, relasi antara Prabowo dengan AS saya kira akan memberi banyak manfaat bagi kepentingan pertahanan Indonesia," imbuhnya.




"Kedua, dari sisi taktis, kunjungan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto ke AS pasti menjadi bagian dari upaya penguatan alutsista (alat utama sistem pertahanan) kita," lanjut Fadli Zon, seraya menambahkan, "Sebelum diundang ke Pentagon, kita tahu Menteri Pertahanan telah lebih dahulu melakukan kunjungan kerja ke Prancis, China, Rusia, dan Turki. Kunjungan-kunjungan itu erat kaitannya dengan diplomasi pertahanan dan rencana penguatan alutsista kita."