Ngeri! Aksi Demontrasi Nigeria Ditunggani Penjahat, Gudang Pangan Pemerintah Dijarah - SWARAKYAT NEWS

Ngeri! Aksi Demontrasi Nigeria Ditunggani Penjahat, Gudang Pangan Pemerintah Dijarah

Ngeri! Aksi Demontrasi Nigeria Ditunggani Penjahat, Gudang Pangan Pemerintah Dijarah

 


SWARAKYAT.COM - Kepala Polisi Nigeria Mohammed Adamu mengklaim para penjahat telah 'membajak' demonstrasi antikebrutalan polisi dan menguasai ruang publik. Ia menegaskan ini tak lagi dapat diterima.



Dilansir dari BBC, Nigeria mulai bergejolak saat timbul demonstrasi massa yang menyerukan diakhirinya kebrutalan polisi. Gelombang unjuk rasa ini dimulai pada 7 Oktober.




Para demonstran yang didominasi oleh kaum muda awalnya menyerukan agar satuan polisi Pasukan Khusus Antiperampokan (SARS) dibubarkan. 




SARS dituduh melakukan pelecehan, pemerasan, penyiksaan, dan eksekusi di luar pengadilan.




Presiden Muhammadu Buhari pun membubarkannya beberapa hari kemudian. Namun, aksi protes terus berlanjut. Massa menuntut reformasi pemerintahan Nigeria yang lebih luas.




Gelombang protes meningkat setelah pengunjuk rasa yang tak bersenjata di Lagos ditembak pada Selasa (20/10). 



Menurut kelompok HAM Amnesty Internasional, pasukan keamanan telah menewaskan setidaknya 12 orang. Di sisi lain, tentara Nigeria membantah terlibat.




Beberapa hari belakangan, situasi Lagos semakin kacau dengan meluasnya penjarahan terhadap toko-toko, mal dan gudang, serta perusakan properti. 




Bisnis milik para politisi terkemuka menjadi sasarannya. Sejumlah bangunan dibakar dan penjara diserang.




Pada Sabtu (24/10), ada laporan ratusan orang menjarah gudang pemerintah di Bukuru, dekat pusat kota Jos. Gudang itu dilaporkan menyimpan persediaan makanan untuk didistribusikan selama penguncian pandemi COVID-19.




Menurut Presiden Buhari, sedikitnya 69 orang tewas dalam kekerasan jalanan sejak demonstrasi di seluruh Nigeria dimulai. 




Sebagian besar adalah warga sipil, tetapi petugas polisi dan tentara ikut gugur.




Pada Sabtu (24/10), kepolisian Nigeria mentwit bahwa Adamu memerintahkan petugas untuk menggunakan semua cara yang 'sah' guna menghentikan kerusuhan. 




Adamu juga memperingatkan para pembuat onar agar tak menguji cita-cita kolektif bangsa dengan menunjukkan kerusakan hukum dan ketertiban lebih lanjut.




Sementara itu, kelompok yang menjadi kunci dalam mengorganisir demonstrasi di Lagos juga berupaya membantu mengendalikan situasi. Pada Jumat (23/10), mereka mendesak massa agar tetap tinggal di rumah.




Koalisi Feminis juga menyarankan masyarakat mengikuti jam malam yang berlaku di negara bagian mereka. 




Kelompok itu menegaskan tak akan lagi menerima sumbangan untuk aksi protes 'Bubarkan SARS'.