Petinggi Demokrat Nilai Pertarungan Gus Nur dan NU Tak Sepadan, Ngarep Dimaafkan - SWARAKYAT NEWS

Petinggi Demokrat Nilai Pertarungan Gus Nur dan NU Tak Sepadan, Ngarep Dimaafkan

Petinggi Demokrat Nilai Pertarungan Gus Nur dan NU Tak Sepadan, Ngarep Dimaafkan

 


SWARAKYAT.COM, JAKARTA – Penangkapan Sugi Nur Raharja alias Gus Nur mendapat tanggapan dari petinggi Partai Demokrat.


Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Andi Arief berharap Gus Nur dimaafkan oleh NU atas ucapannya yang dianggap menghina organisasi Islam terbesar di tanah itu.


“NU itu organisasi besar. Mudah-mudahan masih memberi ruang maaf pada Gus Nur. Saya percaya akan dimaafkan,” kata Andi Arief melalui akun Twitter pribadinya, @AndiArief__, Sabtu (24/10).



Sebagai organisasi besar, Andi Arief menilai pertarungan Gus Nur dan NU tidak sepadan. Karena itu, ia berharap NU bisa memaafkan Gus Nur.


“Dengan memaafkan berarti NU akan dicatat sejarah mampu keluar dari pertarungan tidak sepadan. NU bukan padanan Gus Nur,” imbuh Andi Arief.




Gus Nur ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Sabtu (24/10) dini hari di malang.


Penangkapan Gus Nur merupakan tindak lanjut atas laporan kiyai NU yang juga Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, Kiai Aziz Hakim ke Bareskrim Polri pada Rabu lalu (21/10).


Kiai Aziz melaporkan Gus Nur terkait video wawancara sosok kontroversial itu dengan pakar hukum tata negara Refly Harun yang diunggah ke YouTube, Minggu (18/10).


Ada kata-kata dalam video bertitel Setengah Jam Dengan Gus Nur, Isinya Kritik Pedas Semua itu yang dianggap menghina NU. Gus Nur mengibaratkan NU dengan bus umum.


“NU sekarang seperti bus umum yang sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan dan penumpangnya itu kurang ajar semua. Perokok juga, nyanyi juga, buka-bukaan aurat juga, dangdutan juga,” ujar Gus Nur.




Menurut Gus Nur, awalnya NU sangat baik, bahkan Banser sering mengawalnya ketika dahulu dia memulai berdakwah.


Namun, Gus Nur menganggap NU berubah sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkuasa. “Setelah rezim ini lahir, 180 derajat berubah,” katanya.


Tak hanya itu, Gus Nur menyebut NU saat ini sudah tak suci lagi seperti dahulu.


“Kesucian NU yang saya kenal itu enggak ada sekarang ini,” tambahnya.


Lebih lanjut Gus Nur menyebut sejumlah nama terkait NU. Di antaranya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan Permadi Arya alias Abu Janda.


“Bisa jadi kernetnya Abu Janda, bisa jadi kernetnya Gus Yaqut, dan sopirnya Kiai Agil Siroj. Nah, penumpangnya liberal, sekuler, macem-macem, PKI numplek (bergabung, red) di situ,” ucap Gus Nur.