Rieke 'Oneng' Pernah Berkaca-kaca di Antara Massa Buruh di DPR - SWARAKYAT NEWS

Rieke 'Oneng' Pernah Berkaca-kaca di Antara Massa Buruh di DPR

Rieke 'Oneng' Pernah Berkaca-kaca di Antara Massa Buruh di DPR



SWARAKYAT.COM - Anggota Pansus BPJS di DPR RI, Rieke Diah Pitaloka atau yang akrab dengan sebutan 'oneng', yang getol memperjuangkan pengesahan Undang-Undang BPJS mendatangi massa unjuk rasa yang telah menunggu hasil sidang paripurna, Jumat (28/10/2011) malam. 


Ia datang bersama rekan separtainya, Ribka Tjiptaning. Kedatangan keduanya disambut hangat dan gembira oleh massa buruh. Mereka menyanyikan lagu-lagu perjuangan buruh, sambil melompat-lompat dan berteriak kegirangan. 


Rieke yang tengah hamil tampak tetap tersenyum dan melambaikan tangan kepada massa. Ia memakai baju hitam dan blazer merah, sedangkan Ribka memakai baju batik. Saat Ribka menyatakan sikap atas peresmian UU BPJS, Rieke yang berada di sampingnya tampak berkaca-kaca. 


Pasalnya Undang-Undang BPJS yang selama ini diperjuangkan telah ketok palu untuk dilaksanakan. "Kawan-kawan sekalian, perjuangan yang luar biasa. Alhamdulillah, Puji Tuhan, akhirnya disahkan. Malam hari ini, kita melihat hasilnya. 


Kita berjuang bertahun-tahun tidak sia-sia," ujar Ribka. Ribka kemudian memimpin massa menyanyikan lagu tentang nasib buruh. Rieke mengepalkan tangannya dan ikut bernyanyi. "Pergelutan di parlemen tidak gampang. Ini kemenangan seluruh rakyat Indonesia. 


Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, kita berhasil, tapi bukan berarti perjalanan kita selesai. Saya mengucapkan terima kasih untuk semua yang mendukung UU BPJS," ucap Rieke. 


"Kita harus awasi agar lembar kertas undang-undang ini tidak hanya jadi macan ompong tanpa dilaksanakan," sambungnya. Para buruh kemudian saling berpelukan dan bernyanyi bersama. Tampak euforia terpancar di wajah mereka. 


Suasana haru menyelimuti massa buruh yang tersisa di depan Gedung DPR RI. Kini mereka menaiki busnya masing-masing dan pulang ke kampung halamannya. "Kami bahagia, perjuangan kami tidak sia-sia. Terima kasih untuk semua yang membantu," ujar salah seorang buruh asal Karawang sebelum berangkat bersama busnya.