RUU Cipta Kerja Disahkan, Melanie Subono: Terjawab Sudah Ini Negara Apa - SWARAKYAT NEWS

RUU Cipta Kerja Disahkan, Melanie Subono: Terjawab Sudah Ini Negara Apa

RUU Cipta Kerja Disahkan, Melanie Subono: Terjawab Sudah Ini Negara Apa



SWARAKYAT.COM - Musisi Melanie Subono tak habis pikir bagaimana pemerintah bisa benar-benar mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Omnibus Law Ciptaker) menjadi Undang-undang resmi.

 

Diapun menantang para buzzer artis yang diundang ke Istana Negara, beberapa waktu lalu untuk bersuara. “Terjawab sudah ini negara apa. Kita tunggu teman-teman artis dan non artis buzzer buzzer itu di-brief nyerang dari angle mana, buat support omnipret ini,” tegasnya, lewat akun Instagramnya.

 

Dia menyoroti kalimat menteri dan anggota dewan saat menyetujui Omnibus Law Ciptaker yang mengutamakan kepentingan perusahaan daripada rakyat. “Kalimat pertama menteri yang komen “iya ini untuk mempermudah perusahaan”, bukan rakyat, dan komen anggota dewan kedua di TV “ini MEMPERMUDAH INVESTASI dan INVESTOR “, kagak ada yang ngomong rakyat,” tandasnya.

 

Cucu Presiden ke-3 RI, BJ Habibie ini mengaku rasanya seperti dikhianati wakil rakyat yang sejatinya membela rakyat. “Sakit hati, kayak di khianatin habis habisan. Maaf gue lagi ga punya kata kata positif pagi ini,” tukasnya.

 

“Semalam gue nangis sampe ketiduran abis disahkannya aturan penebalan kantong sepihak itu, mendadak lelah banget,” lanjutnya.

 

“Mau ngelus dada kok udah tipis banget juga, apaaan yang mau dielus,” timpalnya.

 

Dia mengungkapkan kalau ada yang berpendapat bahwa di Omnibus Law Ciptaker masih ada pasal baik, maka sebaiknya membaca lengkap isi UU tersebut. “Demi Tuhan kalau lo mau nyahut “tapi kan ada pasal baiknya, ngerti gue. Tapi tolong baca lengkap dulu yang keseharian dan super penting dalam kemanusiaan justru membunuh,” jelasnya.

 

Kondisi ini membuat Melanie melihat bahwa suara rakyat yang menentang Omnibus Law Ciptaker ini sejak lama diabaikan, dan suara rakyat tak akan didengar kecuali jelang Pemilu.

 

“I dont know, gue ngerasa enggak ada guna lagi jadi rakyat kecuali buat suara kalau pemilu dan pajak gue buat bantu bayar utang, selain itu apalagi? Selamat tinggal hutan, selamat tinggal pesangon dan kontrak, selamat tinggal masyarakat adat dan banyak lagi,” pungkasnya.