Sebut Para Pendemo Sampah Demokrasi, Ngabalin Sepertinya Lupa Pernah Ikut Demo - SWARAKYAT MEDIA

Sebut Para Pendemo Sampah Demokrasi, Ngabalin Sepertinya Lupa Pernah Ikut Demo

Sebut Para Pendemo Sampah Demokrasi, Ngabalin Sepertinya Lupa Pernah Ikut Demo



SWARAKYAT.COM - Pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin soal pendemo merupakan sampah demokrasi mendapat kritikan di media sosial. Warganet ramai-ramai menolak ucapan Ngabalin.

 

Bahkan untuk menjawab pernyataan Ngabalin, sejumlah akun Twitter turut mengunggah foto lawas Ngabalin yang tengah turun ke jalan menjadi demonstran.

 

Seperti yang di-tweet oleh akun @aqfiazfan. Ia mengunggah beberapa foto Ngabalin saat mengikuti aksi 212 menyoal Ahok.

 

"Apakah pendemo ini juga termasuk??" cuit akun @aqfiazfan seperti dikutip Suara.com, Rabu (14/10/2020).


Tanggapan atas pernyataan Ngabalin juga disampaikan aktivis Faizal Assegaf. Dalam cuitannya melalui akun Twitter @faizalassegaf, ia mengatakan pernyataan Ngabalin emosional dan tidak mewakili Presiden Joko Widodo.

 

"Pernyataan Pak Ngabalin emosional dan bersikap pribadi. Tidak mewakili ucapan dan sikap presiden @jokowi yang santun. Silakan Ngabalin buka ruang dialog dengan para pendemo, setidaknya kerja sama untuk menciptakan situasi yang harmonis dan kondusif. Stop bikin gaduh!" kata Faizal.

 

Sebelumnya, politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik geram dengan pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.

 

Ngabalin menyebut para demonstran tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja adalah para sampah demokrasi. Rachland tidak terima dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Ngabalin tersebut.

 

Sebaliknya, Rachland justru menyebut Ngabalin lah sebagai sampah otoriterisme.


Hal itu disampaikan oleh Ngabalin melalui akun Twitter miliknya @rachlandnashidik.

 

"Anda yang di Istana: Andalah sampah otoriterisme!" kata Rachland seperti dikutip Suara.com, Rabu (14/10/2020).

 

Rachland menegaskan, demokrasi itu bersih. Namun sikap otoriterisme yang telah mengotori demokrasi.

 

Menurut Rachland, orang-orang yang ada di Istana lah yang telah mengotori demokrasi di Indonesia.

 

"Pak Ngabalin, demokrasi itu bersih. Otoriterismelah yang mengotori demokrasi. Dan Anda yang di Istana: Andalah sampah otoriterisme!" tegas Rachland.

 

Untuk diketahui, sejumlah massa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta pada Selasa (13/10/2020).

 

Dalam wawancara dengan CNNIndonesia.com pada Selasa (13/10/2020), Ngabalin menyebut massa aksi demonstrasi merupakan sampah demokrasi di negeri ini.

 

"Di masa pandemi, dia kirim orang untuk berdemonstrasi. Dimana logikanya coba, jangan jadi sampah demokrasi di negeri ini," kata Ngabalin.

loading...