Terjaring Razia Masker, Pelajar SMA di Tegal Marahi Polisi dan Sebut Corona adalah Konspirasi - SWARAKYAT NEWS

Terjaring Razia Masker, Pelajar SMA di Tegal Marahi Polisi dan Sebut Corona adalah Konspirasi

Terjaring Razia Masker, Pelajar SMA di Tegal Marahi Polisi dan Sebut Corona adalah Konspirasi



SWARAKYAT.COM - Viral di sosial media Facebook dan Instagram, video seorang pemuda sedang memaki (memarahi) Polisi diduga yang bersangkutan tidak terima ditegur, karena tidak mengenakan masker ketika keluar rumah.

 

Peristiwa itu diketahui terjadi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah Sabtu (17/10/2020) lalu.

 

Saat ditegur aparat pemuda itu menyebut bahwa Virus Corona adalah konspirasi.

 

Video berdurasi 30 detik tersebut, pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Vijay arifianztt.

 

Dalam video tersebut, pemuda yang mengenakan kaos putih motif, dipadukan kemeja atau jaket tanpa dikancing, dan mengenakan celana pendek hitam, terus memarahi petugas kepolisian tanpa rasa takut.

 

Padahal di sekitarnya juga ada petugas dari kepolisian yang lainnya.

 

Bahkan sesekali menunjuk-nunjuk ke arah petugas dengan nada yang masih tinggi penuh emosi, dan menggunakan logat ngapak Tegal.

 

Ia menjelaskan jika virus Corona adalah bagian dari konspirasi karena berasal dari China dan vaksinnya juga berasal dari China.

 

"Politik kue, paham ora? (Politik itu, paham tidak?)," kata pemuda itu yang diteruskan dengan kalimat kasar.

 

Sementara, Kasatlantas Polres Tegal AKP Indra Jaya Syafputra membenarkan kejadian tersebut.

 

Indra mengatakan polisi yang dimaki oleh pemuda tersebut adalah salah satu anggotanya yang sedang bertugas.

 

Selain kepolisian, operasi yustisi tersebut juga melibatkan unsur pemerintah daerah dan TNI.

 

"Itu saat menggelar operasi gabungan penegakan protokol kesehatan," kata Indra, kepada wartawan.

 

Dikutip dari Kompas.com, pemuda yang memaki polisi tersebut adalah siswa SMA berusia 16 tahun.

 

Ia megatakan pemuda tersebut telah dipanggil ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

 

"Benar hari Senin. Hanya dimintai keterangan," kata Heru kepada Kompas.com, Kamis (22/10/2020).

 

Saat dimintai keterangan, pemuda tersebut meminta maaf kepada anggota polisi yang ia maki-maki.

 

Kasus tersebut tak diproses hukum.

 

Setelah diminta keterangan, pelajar SMA tersebut dijemput orangtuanya.

 

"Permintaan maaf saja, tidak sampai proses hukum. Masih pelajar juga 16 tahun. Langsung pulang dijemput orangtuanya," kata dia.