Terungkap! Ternyata Ini Penyebab Jatuhnya Helikopter Serbu TNI AD di Kendal - SWARAKYAT NEWS

Terungkap! Ternyata Ini Penyebab Jatuhnya Helikopter Serbu TNI AD di Kendal

Terungkap! Ternyata Ini Penyebab Jatuhnya Helikopter Serbu TNI AD di Kendal

 


SWARAKYAT.COM - Penyebab jatuhnya helikopter serbu milik TNI Angkatan Darat di Kendal, Jawa Tengah akhirnya terungkap. 


Hal itu disampaikan oleh tim investigasi, dimana penyebabnya adalah karena adanya beberapa komponen helikopter yang tidak sesuai dengan standar.




Hal itu disampaikan oleh tim investigasi dalam rapat bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Senin (26/10/2020).




Dalam rapat itu, menuturkan, aspek utama yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan Helikopter MI-17 V5 No.Reg HA 5141 milik Skadron 31/Serbu Puspenerbad ialah, karena disebabkan adanya beberapa komponen helikopter yang tidak sesuai dengan standar.



Menurut kepala tim investigasi Brigadir Jenderal TNI Sudarji, pada saat terjadinya kecelakaan kondisi cuaca dan medan sangat baik sehingga sangat tidak dapat menyebabkan kecelakaan, demikian juga dari personil penerbang, secara umum kondisi personil tidak berpengaruh pada jatuhnya pesawat.




"Untuk aspek managemen, mulai dari managemen pemeliharaan, kemudian penyelenggaraan pendidik, sampai dengan latihan terbang ini tidak dilakukan dengan baik sehingga berpengaruh pada performa pesawat. Untuk material dengan terdapatnnya beberapa komponen yang kami temukan di luar standar, sehingga ini dapat memungkinkan menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan," kata Brigjen TNI Sudarji.




Mendapatkan laporan seperti itu, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa langsung melakukan evaluasi secara mendalam di lingkugan internal Mabes AD. 




Menurut Kasad, insiden kecelakaan helikopter TNI AD itu harus dilihat secara menyeluruh. 




Kasad menilai, Puspenerbad tidak dapat disalahkan atas terjadinya insiden kecelakaan pesawat itu.




"Kasus ini bukan hanya kesalahan Puspenerbad saya kira, tapi cara kita Mabesad ini dalam me-manage Penerbad ini memang harus dengan cara lain. Menurut saya memang begitu kita beli pesawat, harus ada yang benar-benar menguasai manual book nya itu. Manual book itu harus dikuasai benar-benar," katanya.




Terkait dengan masalah managemen, lanjut Kasad, memang perlu dilakukan pengkajian ulang terkait dengan pola rekrutmen penerbang TNI Angkatan Darat dan para teknisi di TNI AD.




"Jadi misalnya rekrutmen, sudah lah ambil saja dari sekolah-sekolah penerbang sudah. Terus teknisi-teknisi juga begitu. Kita tidak mau ada anggota kita jadi korban, hanya gara-gara kita tidak teliti. Itu saja," tutup Jenderal Andika