Terungkapnya Isi Pesan Provokator Demo, Ajak Teman Bawa Oli dan Batu untuk Habisi Polisi - SWARAKYAT NEWS

Terungkapnya Isi Pesan Provokator Demo, Ajak Teman Bawa Oli dan Batu untuk Habisi Polisi

Terungkapnya Isi Pesan Provokator Demo, Ajak Teman Bawa Oli dan Batu untuk Habisi Polisi

 


SWARAKYAT.COM - Pada Selasa, 20 Oktober 2020, Kepolisian Polda Metro Jaya Jakarta menangkap 7 orang pelajar yang diduga menjadi provokator massa untuk ikut demo menolak UU Cipta Kerja.

 

7 orang pelajar ini diketahui merupakan admin grup media sosial (medsos) yang meminta agar para pelajar melakukan kerusuhan pada aksi massa yang siap dilakukan hari ini di Istana Negara.

 

Setelah ditangkap, pihak Polda Metro Jaya pun mengungkap isi pesan dari para pelajar yang memberontak terhadap pemerintahan tersebut.

 

Dikutip dari RRI, para provokator itu mengaku meminta para pelajar yang mengikuti demo untuk membawa benda-benda berbahaya yang bisa melukai para polisi.

 

"Jangan gentar, dia aparat kemananan negara malah pakai senjata ngelukain kita.

 

"Besok tanggal 20 (Oktober, hari ini) bawa batu yang tajam, biar pecah kepalanya dan mampus mereka (polisi)," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

 

Tidak hanya batu tajam, para provokator ini juga meminta massa membawa alat lainnya seperti botol, gear motor, yang akan mereka lemparkan secara bar-bar ke arah Polisi.

 

Selain itu ada satu modus unik yang digunakan admin grup Facebook STM Se-Jabodetabek ini demi bisa mencelakai para polisi.

 

Para admin menyerukan kepada anggotanya yang berjumlah 21.200 orang itu untuk membawa oli agar bikin polisi jatuh.

 

"Ada seruan bawa masker, kacamara renang, odol dan raket. Raket digunakan kalau dilempar gas air mara akan dipukulkan kembali.

 

"Tak hanya itu, mereka juga diminta untuk bawa oli, supaya polisi jatuh. Jadi ajakanya macem-macem," tutur Argo.

 

Tidak hanya membawa sajam dan oli saja, para provokator ini menekankan bagaimana demo tolak UU Cipta Kerja yang harus berakhir.

 

Para pelajar ini diyakinkan oleh provokator agar membuat demo UU Cipta Kerja hari ini berakhir dengan kerusuhan.

 

Sebagaimana diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali menggelar demonstrasi penolakan omnibus law UU Cipta Kerja pada hari ini.

 

Dalam tuntutannya, 5. 000 massa yang diperkirakan hadir dalam aksi unjuk rasa itu mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi agar segera mencabut undang-undang tersebut melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perpu. [Democrazy/pkry]