Dimaki dan Diancam Dibunuh Pakai Parang, 2 Prajurit TNI Hanya Senyum - SWARAKYAT NEWS

Dimaki dan Diancam Dibunuh Pakai Parang, 2 Prajurit TNI Hanya Senyum

Dimaki dan Diancam Dibunuh Pakai Parang, 2 Prajurit TNI Hanya Senyum



SWARAKYAT.COM -  Sebuah video amatir beredar luas di media sosial, di dalamnya terekam sebuah peristiwa yang cukup menegangkan. 


Di mana sejumlah orang sedang melakukan ancaman terhadap dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).


Dalam video yang dilansir VIVA Militer dari akun Info Komando, Senin 9 November 2020, tertera keterangan bahwa video itu direkam pada Rabu 4 Oktober 2020, di sebuah lahan milik TNI Angkatan Laut di wilayah Pringondani, Kampung Talang Lapan, Kota Bumi Utara, Provinsi Lampung.


Pada video terekam lebih dari tiga orang warga sedang memarahi dua prajurit TNI AL yang tiba di lahan itu. Disebutkan kedua prajurit TNI AL mendatangi lahan tersebut karena memang sedang melakukan patroli di aset-aset milik TNI AL. 


Kedua prajurit TNI AL disebutkan bernama Kopka Sentot dan Koptu Rusmanto.


Jadi awalnya kedua prajurit TNI itu memergoki adanya aktivitas ilegal penggarapan lahan milik TNI AL. 


Di lokasi ditemukan warga dengan membawa traktor sedang mengolah tanah.


Saat Kopka Sentot dan Koptu Rusmanto menghampiri warga tersebut, dan meminta untuk menghentikan kegiatan ilegal. 


Kedua prajurit TNI itu malah menjadi bulan-bulanan kemarahan warga penggarap ilegal itu.


Dimaki dan Diancam Dibunuh Pakai Parang, 2 Prajurit TNI Hanya Senyum


Penggarap lahan itu teridentifikasi bernama Sahril dan Rusdi. Keduanya dengan sangat arogan memaki-maki kedua prajurit TNI itu. 


Bahkan, Rusdi nekat mengeluarkan parang besar yang dibawanya dan mengacung-acungkannya ke kedua prajurit TNI tersebut.


Tak cuma itu, dalam rekaman terdengar jelas Rusdi mengeluarkan ancaman akan menghabisi nyawa kedua prajurit TNI tersebut dengan parangnya.


"Apa kamu mau mati dengan golok saya ini?," kata Rusdi.


Hebatnya, meski dalam kondisi terancam keselamatannya, Kopka Sentot dan Koptu Rusmanto terlihat tetap tenang. Malah mereka tak henti tersenyum kepada warga yang memarahi mereka. 


Padahal kedua prajurit TNI ini membawa senjata api berpeluru karet lho. Tapi mereka tak mau terprovokasi dengan tindakan penggarap ilegal itu.


Karena tak ingin terjadi hal yang tak diinginkan, kedua prajurit TNI itu akhirnya pergi meninggalkan lahan tersebut dan melaporkan apa yang mereka alami kepada pimpinan di TNI AL.