Kapal Mulai Oleng, Orang Istana Mulai Cari Pelampung & Sekoci - SWARAKYAT NEWS

Kapal Mulai Oleng, Orang Istana Mulai Cari Pelampung & Sekoci

Kapal Mulai Oleng, Orang Istana Mulai Cari Pelampung & Sekoci



SWARAKYAT.COM - KAPAL MULAI OLENG!! Orang Istana mulai mencari pelambung dan sekoci karena kondisi rezim sudah mulai goyah di mana anggaran negara kosong sehingga butuh utangan dari negara lain.

 

“Orang Istana mulai cari pelampung dan sekoci, Rezim Jokowi mulai goyah,” kata pengamat seniman politik Mustari atau biasa dipanggil Si Bangsat Kalem (SBK) kepada suaranasional, Kamis (26/11/2020).

 

Menurut SBK, di internal Rezim Jokowi mulai terjadi pertarungan untuk memperebutkan proyek anggaran negara. “Perebutan ini mengakibatkan, orang-orang Istana hanya fokus untuk mencari proyek bukan mensejahterakan rakyat,” papar SBK.

 

Kata SBK, kondisi negara yang serba kocar-kocar hanya menunggu kejatuhan Rezim Jokowi. “Kejatuhan Rezim Jokowi ditunggu saja,” ungkap SBK. [suaranasional]

 

Dilansir dari Liputan6.com, utang pemerintah dari bulan September sampai akhir Oktober 2020 mengalami kenaikan Rp120,84 triliun. Yang semula Rp 5.756,87 triliun pada bulan September 2020 naik menjadi kisaran Rp5.877,71 triliun hingga per akhir Oktober 2020.

 

Dikutip dari Buku APBN Kita edisi November, utang pemerintah ini masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 85,56 persen dan pinjaman sebesar 14,44 persen.

 

Secara rinci, utang dari SBN tercatat Rp5.028,86 triliun yang terdiri dari SBN domestik Rp3.782,69 triliun dan valas Rp1.246,16 triliun.

 

Sedangkan utang melalui pinjaman tercatat Rp848,85 triliun. Pinjaman ini terdiri dari pinjaman dalam negeri Rp11,08 triliun dan pinjaman luar negeri Rp837,77 triliun.

 

Adapun utang dari pinjaman luar negeri ini terdiri dari pinjaman bilateral Rp315,25 triliun, pinjaman multilateral Rp837,77 triliun dan pinjaman dari commercial banks Rp43,43 triliun.

 

Posisi utang yang naik ini juga diikuti dengan pelebaran rasio utang menjadi 37,84 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Oktober lalu.