Masyarakat Tidak Puas Kinerja Wapres Maruf Amin, Begini Tanggapan Jubir Wapres - SWARAKYAT NEWS

Masyarakat Tidak Puas Kinerja Wapres Maruf Amin, Begini Tanggapan Jubir Wapres

Masyarakat Tidak Puas Kinerja Wapres Maruf Amin, Begini Tanggapan Jubir Wapres



SWARAKYAT.COM -  Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi menanggapi hasil survei terbaru Indo Barometer yang sebut ketidakpuasan masyarakat terhadap Wakil Presiden Maruf Amin mencapai 47,4 persen.


Menurut Masduki Baidlowi, sedianya publik tidak hanya fokus kepada yang tidak puas dalam survei tersebut.


Sebab, kata dia, yang puas pada kinerja Wapres Maruf Amin juga tidak kecil, yakni mencapai 40,8 persen.


"Yang puas pada kinerja Wapres juga tidak kecil (40,8 persen). Jangan hanya fokus pada yang tidak puas.


"Survei ini membandingkan Wapres KMA (Kyai Haji Maruf Amin) dan Wapres JK," kata Masduki, Minggu (8/11/2020).


Ia menekankan, yang harus dicatat dalam survei tersebut adalah bahwa ketidakpuasan pada Wapres Maruf Amin lebih rendah dibandingkan ketidakpuasan pada Jusuf Kalla dalam setahun pertama menjabat.


Ia mengatakan, dalam survei serupa, yang tidak puas kepada Maruf Amin ada sebanyak 47,4 persen, sedangkan yang tidak puas kepada Jusuf Kalla pada tahun pertama 2015 mencapai 52,9 persen.


"Kepuasan pada JK di tahun pertama memang lebih baik.


"Tapi bedanya tidak banyak, kepuasan pada JK 42,1 persen (2015) dan pada KMA 40,8 persen (2020)," kata dia.


"Yang harus dipahami, lima tahun lalu tidak ada pandemi, tahun ini ada pandemi," lanjut dia.


Menurut Masduki, melihat perbandingan tersebut, hal itu juga berarti bahwa peranan Wapres pada era Presiden Joko Widodo tidak berbeda jauh.


"Keputusan penting di tangan Presiden. Eksekusi kebijakan di tangan Menteri teknis.


"Maka tidak aneh, bila di antara lima alasan publik tidak puas pada Wapres adalah hasil kerja nyata belum terlihat (65 persen)," kata dia.


Menurut Marzuki, hal tersebut wajar, karena sebagian besar kerja Wapres tidak terkait langsung dengan publik.


Sementara survei tersebut merupakan survei kepuasan publik.


Ditambah lagi, ada persepsi publik yang sebagian dinilainya bias karena diprovokasi operasi minor di media sosial secara sistemasi kepada Wapres Maruf Amin.


"Tiap ada berita tentang kerja Wapres, dikomentari, 'Wapres baru muncul'.


"Padahal hampir tiap hari, berita kerja Wapres muncul," kata dia.


Sebelumnya diberitakan, Hasil survei Indo Barometer (IB) menunjukkan, 47,4 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja Wakil Presiden Maruf Amin setahun setelah dilantik pada Oktober 2019.


Ini merupakan temuan survei yang dirilis, Rabu (4/11/2020).


"Sebanyak 40,8 persen publik puas dengan kerja Wakil Presiden Maruf Amin, yang tidak puas 47,4 persen, tidak tahu/tidak jawab 11,8 persen," ujar Direktur Eksekutif IB Muhammad Qodari dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (5/11/2020).


Adapun, persentase ketidakpuasan tersebut merupakan penggabungan dua aspek.


Sebanyak 43,1 persen responden menyatakan tidak puas dan 4,3 persen reponden mengaku sangat tidak puas.


Dengan demikian, total persentase ketidakpuasan publik terhadap kinerja Maruf Amin sebanyak 47,4 persen.


Sementara itu, 39,3 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Maruf Amin dan hanya 1,6 persen responden mengaku sangat puas.


Sehingga, total kepuasan publik terhadap kinerja Maruf Amin sebanyak 40,8 persen.


Sementara 11,8 persen responden tidak tahu atau tidak jawab.


Adapun alasan publik tidak puas terhadap kinerja Maruf Amin di antaranya karena hasil kerjanya belum terlihat 65 persen, tidak tegas 9,5 persen.


Selanjutnya, kebijakan Maruf Amin terbatas 5,3 persen, perekonomian Indonesia menurun 3,9 persen, banyak pekerja asing 2,6 persen, hingga kesejahteraan masyarakat menurun 2,1 persen.


Sementara, alasan kepuasaan publik terhadap kinerja Maruf Amin di antaranya karena berperan menjaga kerukunan antar umat beragama 36,5 persen.


"Kemudian, mempunyai hasil kerja nyata (16,1 persen), Maruf Amin orangnya baik dan sederhana (12 persen), menjaga perdamaian (8,6 persen), Maruf Amin orangnya bijaksana (6.9 persen)," ujar Qodari.


Survei Indo Barometer: Mayoritas Responden Tak Puas Kinerja Wapres Maruf Amin


Sementara itu, hasil survei Indo Barometer (IB) menunjukkan, 47,4 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja Wakil Presiden Maruf Amin setahun setelah dilantik pada Oktober 2019.


Ini merupakan temuan survei yang dirilis, Rabu (4/11/2020).


"Sebanyak 40,8 persen publik puas dengan kerja Wakil Presiden Maruf Amin, yang tidak puas 47,4 persen, tidak tahu/tidak jawab 11,8 persen," ujar Direktur Eksekutif IB, Muhammad Qodari dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (5/11/2020).


Adapun, persentase ketidakpuasan tersebut merupakan penggabungan dua aspek.


Sebanyak 43,1 persen responden menyatakan tidak puas dan 4,3 persen reponden mengaku sangat tidak puas.


Dengan demikian, total persentase ketidakpuasan publik terhadap kinerja Maruf Amin sebanyak 47,4 persen.


Sementara itu, 39,3 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Maruf Amin dan hanya 1,6 persen responden mengaku sangat puas.


Sehingga, total kepuasan publik terhadap kinerja Maruf Amin sebanyak 40,8 persen.


Sementara 11,8 persen responden tidak tahu atau tidak jawab.


Adapun alasan publik tidak puas terhadap kinerja Maruf Amin di antaranya karena hasil kerjanya belum terlihat 65 persen, tidak tegas 9,5 persen.


Selanjutnya, kebijakan Maruf Amin terbatas 5,3 persen, perekonomian Indonesia menurun 3,9 persen, banyak pekerja asing 2,6 persen, hingga kesejahteraan masyarakat menurun 2,1 persen.


Sementara, alasan kepuasaan publik terhadap kinerja Maruf Amin di antaranya karena berperan menjaga kerukunan antar umat beragama 36,5 persen.


"Kemudian, mempunyai hasil kerja nyata (16,1 persen), Maruf Amin orangnya baik dan sederhana (12 persen), menjaga perdamaian (8,6 persen), Ma’ruf Amin orangnya bijaksana (6.9 persen)," ujar Qodari.


Temuan ini juga menunjukkan adanya penurunan tingkat kepuasan publik antara setahun kinerja Maruf Amin dengan Wapres Jusuf Kalla pada 2015.


Saat itu, 42,1 persen responden menyatakan puas dan 52,9 persen publik tidak puas.


Sedangkan, 5,2 persen publik tidak tahu/tidak jawab.


Adapun waktu pengumpulan data survei ini dilakukan 10-17 Oktober 2020 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi.


Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling dengan teknik pengumpulan data lewat wawancara tatap muka via kuesioner.


Sedangkan margin of error kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.