Pengakuan Mengejutkan Erick Thohir Soal Penangkatan Komut dan Dirut BUMN: Titipannya Banyak, Bukan Hanya dari Jokowi Saja - SWARAKYAT NEWS

Pengakuan Mengejutkan Erick Thohir Soal Penangkatan Komut dan Dirut BUMN: Titipannya Banyak, Bukan Hanya dari Jokowi Saja

Pengakuan Mengejutkan Erick Thohir Soal Penangkatan Komut dan Dirut BUMN: Titipannya Banyak, Bukan Hanya dari Jokowi Saja



SWARAKYAT.COM - Belum lama ini Erick Thohir menceritakan pengalamannya selama bekerja menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).



Hal itu disampaikan Erick saat diwawancarai oleh jurnalis senior Tanah Air, Karni Ilyas.




Tak hanya itu, Erick pun berbicara soal kontroversi pengangkatan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero).




Wawancara tersebut diunggah ke kanal YouTube Karni Ilyas Club pada Sabtu, 31 Oktober 2020 kemarin.




Awalnya Erick menjelaskan bahwa dalam pengangkatan Komisaris BUMN, ia selalu mencari figur-figur dengan rekam jejak yang baik.




"Figur-figur seperti Pak Ahok, Pak Amien Sunaryadi (Komut PLN), Pak Chandra Hamzah (Komut BTN) itu figur-figur yang bersih," jelas Erick seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com.




Menurutnya, orang-orang yang memiliki rekam jejak baik akan menghasilkan pekerjaan sesuai dengan ekspetasi.



"Figur yang punya track record menghasilkan pekerjaan yang baik, nah karena itu kita angkat," sambungnya.




Meski para komisaris memiliki karakter berbeda, Erick tetap akan mengangkat figur-figur dengan prinsip tata kelola yang baik.




"Kita mengangkat figur-figur yang secara good corporate governance ada, dan punya hasil, itu yang kita coba," ungkapnya.




Pengangkatan para komisaris pun bertujuan untuk membantu dirinya mengelola 41 perusahaan plat merah yang terdaftar di BUMN.




"Karena tidak mungkin saya sebagai seorang menteri harus me-manage 41 BUMN, yang dulunya 142, secara perharian," tuturnya.




Maka dari itu, sebagai Menteri BUMN, Erick membutuhkan komisaris yang dapat bekerja sama serta memberikan contoh kepada direksi perusahaan.




"Nah itulah saya memerlukan Dirut dan Komisaris Utama yang kompak, yang juga bisa jadi mentoring buat direksinya dan juga bisa jadi ketua kelas untuk para komisaris lain," ujarnya.




Dalam wawancaranya, Karni Ilyas juga menyinggung soal pengangkatan Ahok sebagai Komut PT Pertamina yang kerap menuai kontroversi.




Karni Ilyas mempertanyakan apakah pengangkatan Ahok merupakan titipan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau bukan.




Erick menampik dan mengatakan bahwa memang banyak komisaris titipan, namun tak hanya dari Jokowi.




"Kalau titipan banyak, bukan dari Pak Jokowi saja," pungkasnya.




Sebagaimana diketahui bahwa Erick dilantik menjadi Menteri BUMN ke-9 di Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu.




Selain menjadi Menteri BUMN, Jokowi juga mengangkat Erick sebagai Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).