Pesan Tegas SBY Terkait UU Ciptaker: Demokrat Tidak Menyerah, Gigih Perjuangkan Kepentingan Rakyat - SWARAKYAT NEWS

Pesan Tegas SBY Terkait UU Ciptaker: Demokrat Tidak Menyerah, Gigih Perjuangkan Kepentingan Rakyat

Pesan Tegas SBY Terkait UU Ciptaker: Demokrat Tidak Menyerah, Gigih Perjuangkan Kepentingan Rakyat



SWARAKYAT.COM - Demokrat menjadi salah satu partai yang sejak awal tegas menentang pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnimbus Law.

 

Pada saat sidang paripurna 5 Oktober 2020 lalu, Demokrat bahkan melakukan walk out sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap pengesahan UU Cipta Kerja.

 

“Kalau begitu, Demokrat menyatakan walk out dan tidak bertanggung jawab (atas persetujuan RUU Ciptaker menjadi UU,” kata Fraksi Partai Demokroat Benny K. Harman seperti dikutip Zonajakarta.com dari Antara.


Sejak diresmikan awal bulan Oktober lalu, UU Cipta Kerja langsung menuai protes terutama dari kaum buruh.

 

Hal ini disebabkan pasal-pasal di dalam UU Cipta Kerja dinilai hanya menguntungkan pengusaha dan merugikan pekerja atau buruh.

 

Pada 12 Oktober 2020, berbagai elemen masyarakat mulai dari mahasiswa hingga buruh turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya melalui aksi demo.


Unjuk rasa kembali digelar pada Senin 2 November 2020 di Monumen Patung Kuda, Jakarta Pusat oleh kelompok buruh KSPI, FSPMI, FSP KEP, SPN, dan ASPEK.


Aksi itu dilakukan untuk meminta pemerintah membatalkan UU Cipta Kerja.

 

Mantan Presiden RI sekaligus pendiri Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono ternyata juga mengecam keras Omnimbus Law ini.


Mengutip dari RRI, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Irwan menyebutkan bila SBY menyampaikan pesan khusus perihal UU Ciptaker.


“Bagi kami, fraksi Demokrat, tentu tetap menolak. Seperti pesan Bapak SBY, yang mengharapkan agar kader Demokrat tidak menyerah. Harus terus gigih memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegas Irwan.

 

Menurutnya pemerintah telah gagal mendengar aspirasi masyarakat yang sudah berani bersuara melalui aksi demo untuk menolak UU Cipta Kerja.

 

“Pemerintah dalam hal ini Presiden, telah gagal mendengarkan dan juga mengabaikan aspirasi rakyat, melalui protes buruh dan mahasiswa yang turun ke jalan, dan juga penolakan dari tokoh agama serta tokoh akademisi,” kata Irwan.