HRS: Tanpa 6 Laskar, Saya yang Digiring ke Medan Pembantaian - SWARAKYAT NEWS

HRS: Tanpa 6 Laskar, Saya yang Digiring ke Medan Pembantaian

HRS: Tanpa 6 Laskar, Saya yang Digiring ke Medan Pembantaian



SWARAKYAT.COM - Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengungkapkan, enam anggota laskar FPI yang tewas dalam bentrokan dengan polisi di Tol Cikampek pada Senin lalu, telah melakukan tugas dengan baik. Habib Rizieq mengatakan tanpa adanya pengawalan mereka niscaya dia tidak ada di hadapan pada jemaahnya.

 

"Subhanallah dengan takbir Allah, tanpa mereka para syuhada mungkin saya sudah digiring ke medan pembantaian, saya tidak ada di depan Anda saat ini," ujar Habib Rizieq dalam rekaman suara yang diterima IDN Times, Rabu (9/11/2020).

 

Dia pun mengatakan anggota laskar FPI memang bertugas mengawal dirinya. "Bukan untuk mengganggu siapa pun, jadi sudah benar melaksanakan tugas," katanya.

 

Dia pun menceritakan bagaimana jasa para pengawalnya itu menyelamatkan dirinya.

 

"Begitu ada banyak mobil, menyalip, ingin membahayakan kami, mereka melakukan tugas dengan sangat cantik, bagaimana mereka mengusir satu per satu mobil-mobil tersebut sehingga tidak berhasil masuk," kata Habib Rizieq.

 

Habib Rizieq menilai enam anggota laskar FPI yang tewas merupakan sosok luar biasa dan setia bahkan di detik terakhir mereka bahagia bisa melindungi dia dan keluarganya.

 

"Mereka laskar luar biasa, laskar setia bahkan dapat Anda dengar rekaman-rekaman yang viral, bagaimana mereka tertawa senang begitu melihat saya dan keluarga sudah bebas dari pengejaran dan berhasil meluncur, padahal mereka sebentar lagi akan dibantai, mereka digiring ke medan pembantaian," ucapnya.

 

Habib Rizieq menyebutkan bahwa tuduhan pengawalnya membawa senjata adalah fitnah dan bohong besar.

 

"Tidak ada satu pun pengawal kami yang dipersenjatai, karena kami tidak pernah mengira kalau kami akan diperlakukan seperti itu. Pengawal kami hanya pengawal keluarga biasa. Tapi mereka buktikan, mereka sigap, cerdas, dan berani tanpa senjata," terangnya. (*)