Sejak KPK Berdiri, Di Level Menteri, Rekor Tersangka Korupsi Terbanyak Dipegang Mensos - SWARAKYAT NEWS

Sejak KPK Berdiri, Di Level Menteri, Rekor Tersangka Korupsi Terbanyak Dipegang Mensos

Sejak KPK Berdiri, Di Level Menteri, Rekor Tersangka Korupsi Terbanyak Dipegang Mensos



SWARAKYAT.COM -  Kabar ditetapkannya Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dalam kasus penerimaan fee atas bansos untuk penanganan Covid-19 senilai Rp 17 miliar pada Minggu (6/12), sangat menyentak publik. Betapa tidak. 



Di tengah pandemi seperti ini, terungkap kasus korupsi yang mengatasnamakan bansos Covid-19. Sungguh tega.



Dalam kasus dengan barang bukti Rp 14,5 miliar ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 5 tersangka. 



Kelima tersangka itu adalah Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara (JPB), pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) serta dari pihak swasta Ardian I M (AIM) dan Harry Sidabuke (HS).



Juliari yang menyerahkan diri pada Minggu (6/12) pukul 02.50 WIB, kini masih menjalani pemeriksaan. Sementara tiga tersangka lainnya sudah ditahan. Ari Wahyono masih buron.



Juliari bukanlah Menteri Sosial (Mensos) pertama yang tersandung kasus korupsi. Sejak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berdiri pada tahun 2003, tercatat 3 Mensos yang menjadi pesakitan KPK. Berikut rinciannya:


1. Bachtiar Chamsyah


Bachtiar Chamsyah adalah Menteri Sosial pada Kabinet Gotong Royong periode 2001-2004 dan Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009.



Bachtiar ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan mesin jahit dan impor sapi di Departemen Sosial pada tahun 2010. Saat ia sudah tak lagi menjabat Menteri Sosial.



Bachtiar terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan menyetujui penunjukan langsung pengadaan mesin jahit, sapi impor, dan kain sarung yang merugikan negara hingga Rp 33,7 miliar.



Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kelahirajln 31 Desember 1945 ini pun dijatuhi hukuman 1 tahun dan 8 bulan penjara, plus denda Rp 50 juta pada 2011.


2. Idrus Marham


Idrus Marham yang menjabat Menteri Sosial Kabinet Kerja era Jokowi, ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait proyek pembangkit listrik PLTU Riau-1 35.000 megawatt.



Idrus dijatuhi vonis dua tahun penjara oleh Mahkamah Agung pada tingkat kasasi. Politikus Golkar kelahiran 14 Agustus 1962 ini terbukti menerima suap Rp 2,25 miliar besama Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo.


3. Juliari Peter Batubara


Menteri Sosial Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (6/12) dini hari, karena diduga menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar, dari rekanan pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.



Perkara tersebut bermula dari adanya pengadaan bansos penanganan Covid-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp 5,9 triliun. Terdiri dari total 272 kontrak pengadaan, dan dilaksanakan dengan 2 periode.



Diduga, ada fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial.



Selain 3 nama yang telah disebutkan di atas, masih ada 10 menteri lain yang menyandang status tersangka dari KPK. Berikut rinciannya:



Rokhmin Dahuri (Menteri Kelautan dan Perikanan)


Achmad Sujudi (Menteri Kesehatan)


Hari Sabarno (Menteri Dalam Negeri)


Siti Fadilah Supari (Menteri Kesehatan)


Andi Mallarangeng (Menteri Pemuda dan Olahraga)


Suryadharma Ali (Menteri Agama)


Jero Wacik (Menteri Kebudayaan dan Pariwisata)


Dahlan Iskan (Menteri BUMN)


Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga)


Edhy Prabowo (Menteri Kelautan dan Perikanan)