Terkuak! Kerap Kritik PDIP, Ternyata Anggota FPl Ada yang Jadi Kader PDIP - SWARAKYAT NEWS

Terkuak! Kerap Kritik PDIP, Ternyata Anggota FPl Ada yang Jadi Kader PDIP

Terkuak! Kerap Kritik PDIP, Ternyata Anggota FPl Ada yang Jadi Kader PDIP



SWARAKYAT.COM -  Sekretaris FPI, Munarman membeberkan bahwa salah satu anggota Majelis Syuro nya menjadi kader PDIP. 



Tak hanya menjadi kader PDIP, anggota FPI yang disebutkan Munarman ini juga menjadi anggota DPRD Fraksi PDIP. 



Pengakuan tersebut dibeberkan oleh Munarman pada podcast yang diunggah dalam channel Youtube Akbar Faizal Uncencored pada 30 November 2020.



"Bahkan dulu di tahun dibawah tahun 2010, ada Majelis Syuro disalah satu daerah itu yang anggota DPRD dari PDIP, percaya nggak. Kita tidak melarang", ucap Munarman.



Namun, Munarman mengatakan bahwa semenjak tahun 2017, kader-kader FPI yang ingin berkecimpung di dunia politik dibatasi oleh FPI.



Hal ini menyangkut penyaluran aspirasi FPI terhadap pemerintah. FPI melakukan seleksi ketat ke partai politik mana aspirasi FPI harus disalurkan. 



"Nah baru kemudian sejak 2017 lah menjadi agak lebih ketat seleksi kita ke partai mana saluran aspirasi kita. Karena apa karena dulu komunikasi kita dengan elitnya bagus gitulo", kata Munarman.



Tak selesai disitu, Munarman juga membeberkan bahwa Habib Rizieq telah membangun komunikasi yang baik terhadap partai-partai. Maka dari itu, banyak kadernya yang tersebar di daerah-daerah kemudian menjadi anggota dari salah satu partai politik di Indonesia. 



"Habib Rizieq membangun semua komunikasi dengan semua elit, Golkar, PDIP, semua hampir semua rata-rata. Bahkan kalau saya tidak salah waktu peristiwa Aceh, Habib Rizieq komunikasinya dengan Pak Surya Paloh untuk pengangkutan relawan. Kita sebetulnya tidak anti dialog, kita bukan kelompok tertutup, kita terbuka", beber Munarman.



Namun, Munarman kemudian mengatakan bahwa komunikasi terhadap beberapa partai tersebut saat ini terhenti semenjak tahun 2017.



FPI merasakan bahwa terdapat kelompok-kelompok yang bermain di belakang layar untuk selalu membuat isu-isu yang mengkambinghitamkan FPI.



"Sekarang sepertinya terhenti sejak gonjang ganjing ini terhenti sejak tahun 2017 terhenti komunikasi politik itu, karena sepertinya segregasi politiknya sedemikian tajam sekarang ini. Sebetulnya sejak presidennya Gus Dur, kemudian digantikan Megawati, kemudian SBY 10 tahun itu sebetulnya relatif masih dalam "normal" memang yang kita rasakan terutama saya rasakan itu memang ada kelompok-kelompok yang bermain di belakang layar yang selalu membuat apa isu isu yang artinya harus ada kambing hitam deh dalam semua persoalan ini, kira kira begitu", jelasnya.



Perlu diketahui, beberapa partai politik yang lainnya seperti PAN dan PKS juga terbangun dengan baik komunikasinya dengan FPI. 



Bahkan FPI pun pernah diajak berdialog dan bekerja sama dengan Almahum Taufik Kiemas dalam membahas konsep 4 Pilar. 



"Iya, jadi dengan PAN kita bangun, dengan PKS kita bangun, bahkan sebelum sebelumnya ya ini baru saja terbangun sejak DKI lah, sebenernya komunikasi komunikasinya baik dengan Golkar kan bung harus tahu juga ya FPI pernah bekerja sama dengan almarhum Pak Taufik Kiemas ketika beliau menjabat ketua MPR. Pernah. Banyak saksinya itu. Dalam konteks 4 pilar itu. Artinya apa, FPI itu bukan anti dialog kelompok ekstrem seperti yang di konstruksikan", ungkapnya.